Syarat Penerima Tunjangan Profesi Guru 2022, Berapa Besaran yang Didapat?

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 15 Jun 2022 14:45 WIB
Guru di Toraja Utara mengajar di pelosok 6 bulan belum digaji.
Ilustrasi tunjangan profesi guru. Foto: Guru di Toraja Utara mengajar di pelosok 6 bulan belum digaji. (dok. istimewa)
Jakarta -

Peraturan tunjangan profesi guru berstatus ASN (aparatur sipil negara) diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru ASN di Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota.

Berdasarkan peraturan ini, guru ASN di daerah mendapat tunjangan profesi setiap bulannya. Penyalurannya adalah setiap tiga bulan dalam satu tahun anggaran.

Tunjangan tersebut akan diberikan dalam bentuk uang dan disalurkan ke rekening masing-masing. Adapun besar tunjangan profesi adalah satu kali gaji pokok, sebagaimana tertera dalam undang-undang.

Meski begitu, perlu diketahui juga sejumlah kriteria mengenai guru ASN yang berhak menerimanya.

Syarat Penerima Tunjangan Profesi Guru ASN

  • Punya sertifikat pendidik
  • Berstatus sebagai guru ASN di daerah di bawah Kementerian
  • Mengajar di satuan pendidikan yang tercatat dalam data Dapodik
  • Mempunyai nomor registrasi guru yang diterbitkan oleh Kementerian
  • Mengajar dan/atau membimbing siswa di satuan pendidikan sesuai peruntukan sertifikat pendidik, dan dibuktikan dengan surat keputusan mengajar
  • Memenuhi beban kerja, sebagaimana peraturan undang-undang
  • Mempunyai hasil penilaian kinerja paling rendah dengan sebutan "Baik"
  • Mengajar di kelas, sesuai jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar yang disyaratkan menurut bentuk satuan pendidikan
  • Bukan pegawai tetap instansi lainnya.

Persyaratan di atas dikecualikan untuk guru ASN di daerah yang ditugaskan sebagai kepala sekolah. Selain itu, syarat memenuhi beban kerja juga dikecualikan untuk tiga golongan guru ASN.

Pengecualian ini adalah untuk mereka yang mengikuti pengembangan profesi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan dalam waktu 600 jam atau selama 3 bulan sekaligus memperoleh persetujuan/izin dari pejabat pembina kepegawaian.

Pengecualian tunjangan profesi juga berlaku untuk guru ASN di daerah yang ikut pertukaran guru, kemitraan dan/atau magang yang disetujui pejabat pembina kepegawaian. Juga, untuk para guru ASN yang bertugas di daerah khusus.



Simak Video "Ciamis Kekurangan Ribuan Guru, Sejumlah Sekolah Diisi 2 Guru ASN"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia