Seberapa Penting Kurikulum Merdeka bagi Sekolah Indonesia Luar Negeri?

Angga Laraspati - detikEdu
Minggu, 15 Mei 2022 12:33 WIB
Cara Aktivasi Akun Pembelajaran belajar.id
Foto: instagram @ditpsd
Jakarta -

Kepala Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan Anindito Aditomo menjelaskan mengenai latar belakang dirumuskannya kurikulum merdeka. Pentingkah untuk diimplementasikan di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)?

Dalam webinar tentang kurikulum merdeka dan implementasinya, Anindito mengatakan untuk implementasi kurikulum merdeka bersifat sukarela, bertahap sesuai kemampuan dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

"Sekolah Indonesia Bangkok yang teridentifikasi di level 3, Merdeka Belajar Mandiri Berbagi artinya teridentifikasi dapat sebagai narasumber potensial di webinar yang mengumpulkan sekolah-sekolah lain. Pendekatannya bukan berdasarkan format dan regulasi, tetapi berdasarkan refleksi insitu, dalam konteks nyata," jelas Anindito dalam keterangan tertulis, Minggu (15/5/2022).

Anindito pun memaparkan latar belakang dari kurikulum merdeka, Kebijakan Merdeka Belajar, Asesmen Nasional dan Platform Merdeka Belajar. Ia menegaskan perlu adanya sekolah yang mewadahi anak-anak berbakat meski kemampuan akademiknya kurang, sekolah yang aman, inklusif, holistik, serta menyenangkan.

"Data literasi membaca siswa Indonesia menunjukkan rendahnya kemampuan literasi, tidak meratanya kemampuan siswa, adanya kesenjangan antar daerah, dan ketertinggalan Indonesia pada kemampuan literasi dibanding negara lain," ungkap Anindito.

Selanjutnya, terkait dengan Asesmen Nasional, Anindito menekankan pentingnya hal tersebut, sebab asesmen nasional menilai kinerja kepala sekolah dan pemerintah daerah. Karenanya, ia menuturkan platform Merdeka Belajar dapat memberi keleluasaan kepada guru dalam mengajar, belajar dan berkarya.

"Jika pemerintah daerah (pemda) ingin nilainya bagus, maka pemda perlu mengidentifikasi sekolah yang paling membutuhkan bantuan, dan memberikan bantuan yang diperlukan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Achmad Wicaksono, pada sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya webinar.

"Webinar ini sangat penting bagi SILN untuk mempersiapkan penerapan kurikulum merdeka karena SILN memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya di Indonesia, dan juga sangat bervariasi kondisinya. Untuk itu perlu mengetahui bagaimana melakukan dan menyikapi kebijakan Kurikulum Merdeka," tegas Achmad.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Susianto dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan dukungan atas webinar yang diberikan oleh Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek dan Perwakilan RI di Bangkok.

"Webinar ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2022 dan mempersiapkan Kurikulum Merdeka pada masing-masing satuan pendidikan di Sekolah Indonesia Luar Negeri," kata Susianto.

Webinar yang diselenggarakan secara hibrida ini turut mengundang dan diikuti oleh Plt. Kepala BKHM Kemendikbudristek, Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari beberapa negara, para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik dari tiga belas Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), dan Community Learning Center (CLC) dari Sabah dan Serawak. Webinar digelar dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2022.

Para peserta tampak antusias mengikuti webinar, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas seputar kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Indonesia Luar Negeri. Selain itu dibahas pula isu-isu implementasi Kurikulum Merdeka, seperti integritas, penguatan karakter, proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dan bahan ajar.

(ncm/ega)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia