Sekolah di Depok Mulai PTM 100 Persen, Begini Aturannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 24 Jan 2022 10:00 WIB
PTM Terbatas di Depok.
PTM di Depok. Foto: Nahda/detikcom
Jakarta -

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen mulai dilaksanakan di Kota Depok, Senin (24/1/2022). Kepala Dinas Pendidikan Depok Wijayanto mengatakan, penyelenggaraan PTM 100 persen di Depok digelar bersamaan dengan awal semester dua tahun akademik 2021/2022.

Wijayanto mengatakan, kebijakan PTM 100 persen di Depok diambil berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terbaru dan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi COVID 2019.

Ia menjelaskan, PTM 100 persen di Depok dilakukan Senin-Jumat dengan 6 jam pelajaran per hari.

"Satu jam mata pelajaran SD (sebanyak) 35 menit, SMP 40 menit, SMA 45 menit," terangnya dalam Sosialisasi PTMT 100% PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK secara daring, Minggu (23/1/2022).

Wijayanto menambahkan, waktu istirahat dibatasi 15 menit. Kantin sekolah belum boleh buka.

"Setiap sekolah melarang murid jajan di sekitar sekolah. Kepala sekolah mewajibkan peserta didik sarapan di rumah sebelum sekolah dan membawa bekal masing-masing," jelasnya.

Ia menekankan, setiap satuan pendidikan yang menyelenggarakan PTM 100 persen harus sudah mengisi daftar periksa dan memiliki satgas COVID di masing-masing sekolah. Berikut aturan PTM 100 persen di Depok berdasarkan Peraturan Wali Kota Depok No. 8 Tahun 2022.

Aturan PTM 100 Persen Depok

  • 1.SekolahdiPPKM level 1 - 2:
    • - PTM terbatas setiap hari, jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas ruang kelas
    • - Durasi belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari, Senin sampai Jumat, istirahat maksimal 15 menit
  • 2.SekolahdiPPKM level 3:
    • - PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) setiap hari secara bergantian, jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas
    • - Durasi belajar paling banyak 4 jam pelajaran per hari
  • 3. Sekolah di PPKM level 4 dilaksanakan secara PJJ
  • 4. Guru dan tenaga kependidikan wajib sudah vaksin COVID-19 untuk mengajar PTM
  • 5. Warga sekolah tidak terkonformasi COVID-19, tidak kontak erat COVID-19, sehat atau dengan komorbid terkontrol, tidak bergejala COVID-19 termasuk keluarga
  • 6. Kantin belum boleh buka, pedagang di luar gerbang sekolah diatur Satgas COVID-19 Tingkat Kota dan sekolah
  • 7. Kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga di dalam dan luar ruangan menerapkan prokes ketat
  • 8. Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah diperbolehkan sesuai ketentuan aturan PPKM
  • 9. Pengantaran dan penjemputan warga sekolah di tempat terbuka, dengan prokes ketat, dan jadwalnya diatur agar tidak muncul kerumunan
  • 10. PTM 100 persen dihentikan sementara di sekolah selama 14 hari jika terjadi klaster COVID-19, positivity rate terkonfirmasi 5 persen ke atas, dan warga sekolah yang masuk kontak erat dan terkonfirmasi di PeduliLindungi 5 persen ke atas
  • 11. PTM 100 persen dihentikan sementara di sekolah selama 5 hari jika tidak terjadi klaster COVID-19, positivity rate terkonfirmasi di bawah 5 persen

Wijayanto mengatakan, sebelumnya di masa libur sekolah, siswa diarahkan untuk melaksanakan vaksinasi.

"Meskipun tidak wajib sebagai syarat PTM 100 persen, peserta didik SD,MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA yang sudah divaksin mencapai lebih dari 95%," ucapnya.

Simak Video 'Omicron Diprediksi Naik, Komisi X Minta PTM Tetap Berjalan':

[Gambas:Video 20detik]



(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia