Round Up

3 Opsi Kurikulum Nasional 2022, Sahabat detikEDU Pilih Mana?

Kristina - detikEdu
Senin, 27 Des 2021 08:30 WIB
Dinas Pendidikan Gelar Try Out UN Untuk 43 Pelajar 

Dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung 15-18 April 2013 mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bersama Bank DKI menyelenggarakan try out UN bagi 43 ribu pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Jakarta. Try out Ujian Nasional ini dilaksanakan secara serentak mulai Rabu (3/4) hingga Jumat (5/4) pukul 08.00 di masing-masing SMA dan SMK. Agung Pambudhy/Detikcom. 

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto bersama Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono meninjau try out di SMK 19 Jakarta, Rabu (3/4). 
Kebanyakan dari mereka adalah penerima Kartu Jakarta Pintar. 
Pemprov DKI Jakarta juga telah bekerjasama dalam menjalankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP), dimana Bank DKI menjadi penyedia jasa.
Seperti diketahui, UN tingkat SMA dan SMK akan digelar pada 15-18 April mendatang. Sebanyak 127 ribu siswa yang berasal dari 1.097 sekolah yang tersebar di lima wilayah kota dan satu kabupaten administratif di wilayah DKI Jakarta siap menjalankan UN.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan tiga opsi kurikulum untuk diterapkan mulai tahun 2022. Satuan pendidikan diberi kebebasan secara penuh dalam menentukan kurikulum yang akan digunakan.

Penambahan opsi kurikulum nasional dilakukan dalam rangka pemulihan pembelajaran akibat pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19. Sebab, berdasarkan riset yang dilakukan Kemendikbudristek, pandemi berdampak pada kehilangan pembelajaran atau learning loss pada peserta didik.

Opsi Kurikulum Nasional 2022

1. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang saat ini digunakan oleh satuan pendidikan di Indonesia menggantikan kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 pertama kali digunakan pada tahun 2013 di beberapa sekolah rintisan.

2. Kurikulum Darurat

Kurikulum Darurat merupakan Kurikulum 2013 yang disederhanakan. Kurikulum ini sudah diterapkan sejak tahun 2020 sebagai bagian dari mitigasi learning loss akibat pembelajaran jarak jauh.

3. Kurikulum Prototipe

Kurikulum Prototipe merupakan opsi kurikulum baru untuk membantu pemulihan pembelajaran di tahun 2022. Kurikulum ini telah diterapkan di Sekolah Penggerak dan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) sejak tahun 2020.

Kurikulum Prototipe dirancang sebagai pengembangan potensi dan bakat dari peserta didik. Kurikulum ini disebut dapat mendorong pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbudristek, Zulfikri Anas menerangkan bahwa Kurikulum Prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran, antara lain pengembangan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial, dan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid atau teach at the right level.

Selain itu, Kurikulum Prototipe ini juga dirancang sebagai pengembangan potensi dan bakat dari peserta didik. Kurikulum tersebut, kata Zulfikri, dapat mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

"Kurikulum Prototipe ini bagian dari proses pembelajaran yang artinya melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya yaitu orientasi holistik, berbasis kompetensi bukan konten serta dirancang sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik," ungkap Zulfikri dalam rilis yang diterima detikEdu, Jumat (24/12/2021) lalu.



Simak Video "Prilly Latuconsina Ungkap Impian yang Belum Terwujud"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia