Pengumuman! Kurikulum Baru Tidak Ada Lagi Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 21 Des 2021 09:01 WIB
Sejumlah siswa-siswa mengikuti ulangan harian saat uji coba pembelajaran sekolah tatap muka di kawasan SMA Swasta Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/8).
Kurikulum baru memungkinkan siswa belajar sesuai minatnya, tanpa penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo mengatakan, sekolah dapat menggunakan kurikulum prototipe sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran.

"Kurikulum prototipe tidak disebut sebagai Kurikulum 2022 karena pada tahun 2022 sifatnya opsional. Kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran," kata Nino pada detikEdu, Senin (20/12/2021).

Nino menjelaskan, kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Di jenjang SMA, sambungnya, hal ini berarti memberi kesempatan pada siswa untuk menekuni minatnya secara lebih fleksibel.

Ia menambahkan, karena itu, alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya.

"Misalnya, siswa yang ingin menjadi insinyur akan boleh mengambil Matematika lanjutan dan Fisika lanjutan, tanpa mengambil Biologi. Ia boleh mengkombinasikan itu dengan mata pelajaran IPS, Bahasa, dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana kariernya," kata Nino mencontohkan.

Kombinasi mata pelajaran yang akan diambil, kata Nino, melibatkan peran guru BK.

"Ada kepmen (keputusan menteri) tentang sekolah penggerak yang menjelaskan kurikulumnya," imbuhnya.

Gambaran Kurikulum Baru

Gambaran kurikulum prototipe dijabarkan dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Beberapa poin kurikulum prototipe di antaranya sebagai berikut:

Kelas X: Mata Pelajaran sama dengan di SMP

Siswa kelas X akan mengikuti mata pelajaran (mapel) umum yang sama dengan di SMP. Sekolah dapat menentukan pengorganisasian pembelajaran IPA atau IPS. Contoh:

- Muatan IPA/IPS terintegrasi. Misal, mapel Fisika, Kimia, dan Biologi dipadukan dalam satu tema menjadi problem-based learning (pembelajaran berbasis masalah).

- Muatan IPA/IPS bergantian diajarkan di blok waktu terpisah. Jadi, Fisika, Kimia, dan Biologi dipisah jam pelajarannya, diikuti unit pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan muatan IPA/IPS tersebut.

- Muatan IPA/IPS diajarkan paralel, misalnya mapel Fisika, Kimia, dan Biologi diajarkan secara reguler di jam pelajaran yang sama setiap minggu. Lalu, diikuti dengan unit pembelajaran inkuiri dari integrasi muatan IPA/IPS tersebut

Proporsi beban belajar di SMA terdiri dari pembelajaran intrakurikuler dan 25-33% proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Mata pelajaran Kelas X sebagai berikut:

- Pendidikan Agama/Kepercayaan dan Budi Pekerti (sesuai keyakinan dan kepercayaan)
- Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- IPA: Fisika, Kimia, Biologi
- IPS: Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi
- Bahasa Inggris
- Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
- Informatika
- Pilihan (minimal 1): Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, Prakarya
- Muatan Lokal

Kelas XI dan XII: Tidak Ada Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Kelompok mata pelajaran di kelas XI dan XII dibagi menjadi 5 kelompok utama, yaitu:

- Kelompok mapel umum, wajib diikuti semua siswa SMA

- Kelompok mapel Matematika dan IPA (MIPA), SMA wajib menyediakan minimal 3 mapel di kelompok ini

- Kelompok mapel IPS, SMA wajib menyediakan minimal 3 mapel di kelompok ini

- Kelompok mapel Bahasa dan Budaya, dibuka sesuai sumber daya yang tersedia di SMA

- Kelompok mapel Vokasi dan Prakarya: capaian pembelajaran mapel Vokasi dikembangkan SMA bersama dunia kerja, dan sesuai dengan potensi/kebutuhan sumber daya manusia di SMA.

Sementara itu, capaian pembelajaran mapel Prakarya dikembangkan pemerintah pusat. SMA dapat mengembangkan lebih lanjut capaian pembelaran mapel Prakarya sesuai potensi/sumber daya di SMA.

- Sekolah yang ditetapkan pemerintah sebagai sekolah keolahragaan dapat membuka kelompok mapel Seni dan Olahraga sesuai sumber daya di SMA.

Mata pelajaran Kelas XI dan XII sebagai berikut:

Mata Pelajaran Umum

- Pendidikan Agama/Kepercayaan dan Budi Pekerti (sesuai keyakinan dan kepercayaan)
- Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- Bahasa Inggris
- Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
- Sejarah
- Pilihan (minimal 1): Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari

Kelompok Mata Pelajaran:

- MIPA: Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Matematika tingkat lanjut
- IPS: Sosiologi, Ekonomi, Geografi, Antropologi
- Bahasa dan budaya: Bahasa Indonesia tingkat lanjut, Bahasa Inggris tingkat lanjut, Bahasa Korea, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis
- Vokasi dan Prakarya: Prakarya, Membatik, Servis Elektronik, Desain Grafis, dan lain-lain sesuai sumber daya tersedia

- Muatan Lokal

Sebelumnya Nino mengatakan, kurikulum prototipe tersebut sedang diterapkan secara terbatas di 2500-an sekolah di seluruh Indonesia melalui Program Sekolah Penggerak.

Setujukah detikers menggunakan kurikulum baru ini?

Saksikan juga Spesial Hari Ibu: "Kami Mau Ditelepon Ayah"

[Gambas:Video 20detik]



(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia