PPKM Level 3 Nataru Batal, Disdikpora DIY : Paling Penting Siswa Tidak Bepergian

Heri Susanto - detikEdu
Selasa, 07 Des 2021 17:00 WIB
Aturan PPKM level 3 Desember 2021 sudah ditetapkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021.
Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim
Yogyakarta -

Pemerintah pusat berniat membatalkan kebijakan PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru (Nataru). Padahal, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai kebijakan. Lalu, bagaimana nasibnya?

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya menjelaskan, dengan adanya perubahan PPKM Level 3 Nataru, tentu akan ada perubahan kebijakan terkait libur sekolah.

"Kebijakan terima raport pada Januari pun bisa kembali seperti semula pada Desember ini. Tapi, bagaimana kebijakan pusat, yang jelas kami siap melaksanakan," kata Didik, saat dihubungi wartawan, Selasa (7/12/2021).

Ia menambahkan, jika seperti semula otomatis ada libur semester. Siswa bisa menikmati libur Nataru.

"Tapi harus di rumah. Tidak boleh melakukan mobilitas. Itu yang paling. Ada PPKM Level 3 Nataru atau tidak," katanya.

Bahkan, larangan mobilitas Ini, kata Didik, juga mereka berlakukan untuk sekolah. Jika biasanya saat libur semester atau akhir tahun ada studi tour, sejak pandemi, Disdikpora DIY telah meminta sekolah mengurungkan rencana tersebut.

"Sudah sejak awal pandemi tidak ada studi tour di sekolah," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, jika akhirnya sekolah kembali libur, pihaknya kemungkinan akan membuat kebijakan pengawasan siswa soal mobilitas ini. Meski, sampai saat ini, masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) maupun surat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan soal pembatalan PPKM Level 3.

"Yang jelas nunggu dari pusat. Kalau memang tidak jadi (PPKM Level 3 Nataru) ya akan dilakukan dengan pengawasan agar siswa meski libur tetap berada di rumah," katanya.

Sebagaimana diketahui, Kebijakan PPKM level 3 di semua daerah saat Natal dan Tahun Baru 2022 akhirnya batal diterapkan. Pemerintah memutuskan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional yakni tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini tapi dengan beberapa pengetatan.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang diberi judul 'Penanganan Pandemi Makin Terkendali, Pemerintah Seimbangkan Aturan Menjelang Nataru', Senin (6/12/2021). Perubahan secara detail akan dituangkan dalam revisi Inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya.

Keputusan ini didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.

Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19 yang tinggi.



Simak Video "PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Perhimpunan Hotel Sambut Baik"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia