Vaksinasi 100 Persen, Seluruh SMP di Boyolali Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Ragil Ajiyanto - detikEdu
Senin, 15 Nov 2021 17:00 WIB
Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto.
Foto: Foto : Ragil Ajiyanto/detikcom/Vaksinasi 100 Persen, Seluruh SMP di Boyolali Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Boyolali - Vaksinasi pelajar usia 12 hingga 17 tahun atau siswa SD-SMP di Boyolali telah selesai 100 persen. Seluruh siswa SMP pun kini telah masuk sekolah untuk uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan ketat.

"Alhamdulillah, seluruh SMP baik negeri maupun swasta di Kabupaten Boyolali, semua sudah menggelar uji coba PTM," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, kepada wartawan Senin (15/11/2021).

Dikatakan Darmanto, siswa SD - SMP di Boyolali yang telah berusia 12 tahun keatas sudah mendapatkan vaksin COVID-19, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua. Untuk siswa SMP baik negeri maupun swasta jumlahnya mencapai 33.000 siswa. Sedangkan untuk siswa SD, yang sudah berusia 12 tahun ada 3.000 anak.

"Sehingga jumlahnya siswa di Kabupaten Boyolali yang berusia 12 -17 tahun itu ada 36.000 sekian. Alhamdulillah mereka sudah mendapatkan vaksin dosis satu dan dosis dua. Maka dari itu saya konsultasi dengan Pak Bupati, untuk jenjang SMP setelah mereka vaksin dosis satu dan dua, sudah diizinkan untuk uji coba PTM," ujar Darmanto.

Jumlah SMP di Boyolali sebanyak 98 sekolah. Terdiri SMP negeri sejumlah 52 dan SMP swasta sebanyak 46.

"Namun untuk yang SD, karena yang berusia 12 tahun keatas itu sebagian kecil saja, (vaksinasi COVID) tidak menjadi tolok ukur untuk pelaksanaan uji coba PTM," imbuhnya.

Lebih lanjut Darmanto juga menyatakan, uji coba PTM di SD dan SMP di Boyolali sejauh ini berjalan dengan baik. Dengan protokol kesehatan dan kapasitas maksimal 50 persen per kelas.

"Sampai saat ini uji coba PTM di SD dan SMP berjalan dengan baik sesuai yang digariskan oleh Kemendikbud. Jadi tetap dalam protokol kesehatan, kapasitas maksimal tetap kita taati 50 persen, artinya jumlah siswa yang satu kelasnya 32 itu kita bagi dua, sehingga maksimal untuk SMP itu 16 siswa per kelas," tandasnya.

Sedangkan terkait vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, saat ini belum dilaksanakan di Boyolali dan masih menunggu. Pihaknya kini sedang mengumpulkan data jumlah anak atau pelajar usia 6 - 11 tahun.

"(Vaksinasi pelajar usia 6-11 tahun) Ini kita baru kumpulkan data dan sebaran mereka, sehingga nanti ketika akan dieksekusi (dilaksanakan vaksinasi) oleh Dinas Kesehatan, saya sudah siap dengan datanya. Mungkin kalau usia 6-11 tahun itu sekitar 60.000-an. Di Boyolali ada 586 SD negeri dan swasta," terang Darmanto.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Puji Astuti, mengatakan belum ada arahan terkait vaksinasi pelajar usia 6-11 tahun. Pihaknya masih menunggu juknis pelaksanaan vaksinasi dari Kemenkes.

"Untuk vaksinasi pelajar usia 12 tahun keatas, sudah selesai semua baik dosis pertama maupun dosis kedua," tutup dia.

Simak Video "Tragis! Pedagang Cilok di Boyolali Tewas Dianiaya Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia