Franka Makarim: Anak-anak Kehilangan Minat Belajar

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 30 Okt 2021 13:00 WIB
Franka Makarim
Foto: Andhika/detikcom
Jakarta -

Pandemi berdampak dalam setiap aspek kehidupan salah satunya pendidikan. Menurut istri dari Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi, Franka Makarim dalam acara Rapat Kerja Bunda PAUD Tingkat Nasional 2021, anak-anak usia mudalah yang rentan kehilangan minat belajar.

"Anak-anak usia muda kehilangan minat belajar. Saat ini pembelajaran tatap muka terbatas merupakan cara untuk mengurangi dampak learning loss. Situasi pandemi harus menjadi titik balik untuk menguatkan pengetahuan anak usia dini," ujar Franka melalui Zoom Rapat Kerja Bunda PAUD Tingkat Nasional 2021, Sabtu (30/10/2021).

Selain itu Franka juga menyampaikan jika Kemdikbudristek bersama Direktorat PAUD memiliki tiga tujuan utama untuk menguatkan sektor PAUD.

"Pertama yaitu menghadirkan lingkungan ke aksara, mengajak para pakar untuk mendampingi guru PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran, meningkatkan akses antara ibu dan anak dalam proses pembelajaran," ujar Franka.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Jumeri menyampaikan jika Kemendikbudristek telah menyediakan platform guna mendorong pendidikan PAUD agar lebih berkualitas.

"Direktorat PAUD telah menyediakan platform untuk pegiat PAUD guna membangun diskusi, keterampilan demi mendorong PAUD berkualitas," ujar Jumeri.

"Praktik baik yang diangkat hari ini diharapkan dapat diadopsi dalam menyediakan layanan yang berkualitas untuk PAUD," lanjut Jumeri.

Pada acara yang sama, Direktur PAUD Muhammad Hasbi menyampaikan, guna mendorong kualitas PAUD banyak stakeholder yang terlibat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan level komunikasi yang dilakukan secara berjenjang sehingga mampu membandingkan semua kompetensi yang dimiliki agar dapat meningkatkan PAUD yang berkualitas.

"Perlu adanya strategi bergerak bersama. Bunda PAUD memiliki peran yang sangat besar dan penting," ujar Hasbi.

"Rencana awal sistem kemitraan yaitu melalui ruang bersama PAUD pedia, Kemendikbudristek akan menyediakan media komunikasi dua arah untuk mengelola pengetahuan yang dimiliki," tambah Hasbi.

Senada dengan Franka, Hasbi juga menyampaikan sektor yang paling terdampak pandemi yaitu pendidikan anak usia dini. Ia mengatakan dalam jangka pendek Kemendikbudristek berupaya mengatasinya dengan program literasi dini.

"Menggunakan tiga aksi yaitu advokasi melalui kegiatan hari anak nasional, praktik baik di tiap provinsi dan kabupaten kota, menyampaikan bantuan terkait dengan literasi dasar," jelas Hasbi.

Hasbi berharap dengan adanya raker PAUD ini dapat menumbuhkan kesadaran, kesamaan visi, dan bergerak bersama untuk mendukung tiga aksi tersebut.

"Mari bergerak bersama menuju PAUD berkualitas," kata Hasbi.



Simak Video "Bangunan PAUD-TK di Boyolali Kota Rusak Akibat Longsor"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia