Resmikan Laboratorium SMKN 2 Solo, Ini Harapan Nadiem Makarim

Ari Purnomo - detikEdu
Senin, 13 Sep 2021 20:00 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim meresmikan ruang praktik dan teori SMKN 2 Solo, Senin (13/9/2021)
Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengharapkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan transformasi agar memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan dunia industri. Transformasi ini harus melibatkan partisipasi industri secara absolut.

Harapan tersebut disampaikan Nadiem saat meresmikan ruang praktik dan teori SMKN 2 Solo, Senin (13/9/2021). "Bukan hanya dari perancangan infrastruktur tapi juga kurikulum dan SDM yang terus kolaborasi dengan industri," ujar Nadiem.

Kepala-kepala SMK, menurut Nadiem harus melatih anak-anak muda yang berbakat untuk menyediakan suatu barang produksi atau jasa. Kalau ternyata didikan SMK tidak laku artinya kurikulum belum 100 persen tepat.

"Jadi itu perubahan mindset yang mau kita keluarkan. Pendidikan vokasi yang mengedepankan ilmu praktis semestinya mampu membangun ketrampilan yang ada di dunia kerja," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Nadiem juga menyebut kenyataan rendahnya daya serap lulusan SMK di dunia kerja. Salah satu alasannya jarak antara kemampuan yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja masih jauh.

"Adanya kesenjangan, adanya gap antara kompetensi yang dibutuhkan. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini yang begitu cepat . Karena itu kita bukan hanya butuh kolaborasi yang lebih erat tapi kolaborasi holistik," ujar Nadiem.

Nadiem pun menuturkan untuk tranformasi SMK, industri harus diberi peran memimpin proses pembelajaran, kurikulum, praktisi dan peningkatan kompetensi guru-guru.

"Sejalan dengan visi nasional penguatan SMK Kemendikbudristek menjadikan revitalisasi pendidikan vokasi salah satu prioritas merdeka belajar. Bukan hanya revitalisasi gedung tapi software, manusia, dan proses belajarnya," ujar Nadiem.

"Banyak SMK yang perlu panduan untuk dijodohkan dengan industri yang tepat. Banyak yang tidak punya fasilitas sama skelai. Bahkan yang tidak punya pengajar dari praktisi industri. Kesenjangan ini yang harus ditutup."



Simak Video "Observasi PTM, Mendikbud Nadiem Makarim Kunjungi Sekolah di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia