Tinjau Sekolah Tatap Muka di Jaktim, Nadiem: Saya Sangat Gembira

Puti Yasmin - detikEdu
Jumat, 10 Sep 2021 15:45 WIB
Nadiem Makarim tinjau sekolah tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta Timur
Foto: Dok. Kemendikbudristek/Tinjau Sekolah Tatap Muka di Jaktim, Nadiem: Saya Sangat Gembira
Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim melakukan tinjuan ke sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta Timur pada Kamis (9/9/2021). Melihat itu, ia mengaku sangat bahagia.

Nadiem mengaku gembira karena melihat para murid kembali bisa belajar dan berinteraksi di sekolah. Ia pun berharap agar semua masyarakat di sekolah bisa menjalankan kegiatan sesuai protokol kesehatan.

"Hari ini saya sangat gembira melihat kembali pembelajaran dan interaksi di sekolah. Semoga segenap warga sekolah dapat mempertahankan disiplin protokol kesehatan dan semangat dalam menjalankan PTM terbatas," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Jumat (10/9/2021).


Dalam kesempatan itu, Mantan bos Go-Jek ini mengunjungi beberapa sekolah, seperti SD Swasta Santo Fransiskus III, SMP PGRI 20, dan SMAN 71. Ia turut ditemani oleh Anggota DPR Komisi X Putra Nababan.

Ia juga mengingatkan sekolah yang berada di wilayah PPKM level 1-3 sudah boleh diperbolehkan melakukan PTM terbatas. Khususnya lagi, bagi pendidik dan tenaga pendidik yang telah divaksinasi secara lengkap.

"Apalagi yang pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi secara lengkap, ada kewajiban bagi sekolah memberikan opsi PTM terbatas dan juga pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa diskriminasi, karena orang tua lah yang memegang keputusan terakhir. Itu sudah diatur dalam SKB Empat Menteri," imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga berbincang langsung dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan murid. Salah satu orang tua murid bernama Ratih mengaku mengizinkan anaknya ikut sekolah tatap muka terbatas karena menilai anaknya terlalu larut pada gadget bila mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Saya termasuk orang tua yang mengizinkan anak saya ikut PTM terbatas, karena anak saya terlalu larut dengan gawai ketika di rumah dan tidak bisa ikut kompetisi-kompetisi selama PJJ. Saya juga tenang mengizinkan anak saya ikut PTM terbatas karena protokol kesehatan di sekolah ini diterapkan dengan ketat," ungkap Ratih.

Merespons hal itu, Nadiem mengajak warga sekolah untuk mengutamakan tiga hal dalam pelaksanaan PTM terbatas, yakni memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah.

"Saya mohon agar Bapak/Ibu terus bergotong royong memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah. Tidak hanya di sekolah tapi juga di perjalanan dan di rumah," imbaunya.

Sementara itu, seorang guru di SMP PGRI 20 bernama Siti Nuryati juga berkisah tentang upaya-upaya yang dilakukan bersama untuk menyukseskan PTM terbatas di sekolahnya. Hal itu juga didukung dengan semangat para murid mengikuti belajar tatap muka.

"Kami berusaha maksimal agar bisa melaksanakan PTM terbatas. Anak-anak juga antusias masuk sekolah, kami senang sekali dengan PTM terbatas ini. Kami bisa berbagi dengan anak-anak, bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi," tutup guru Bahasa Inggris tersebut.



Simak Video "Bekali Anak dengan 'Alat Perang' saat Sekolah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia