Bupati Kudus Larang Guru Mengajar Sebelum Vaksin Dosis 2, Disdik Lakukan Ini

Dian Utoro Aji - detikEdu
Rabu, 08 Sep 2021 16:04 WIB
Salah satu SMP di Boyolali memulai uji coba sekolah tatap muka. Siswa pun antusias mengikuti uji coba PTM yang digelar secara terbatas ini.
Foto: Ragil Ajiyanto/Detikcom
Jakarta -

Bupati Kudus, HM Hartopo melarang guru yang belum menerima vaksin dosis dua untuk mengajar di sekolah. Pihak Dinas Pendidikan pun akan berupaya mengejar guru yang belum menerima vaksin dosis dua.

"Nanti kita yang akan mengoyak-oyaknya (akan kita kejar guru yang belum menerima vaksin COVID-19 secara lengkap) juga minta bantuan dari teman-teman korwil (koordinator wilayah)," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada kepada wartawan saat ditemui di Gedung Setda Kabupaten Kudus, Rabu (8/9/2021).

"Efek jeranya nanti pokoknya bismillahirrahmanirrahim saja (saat ditanya terkait sanksi bagi guru yang tidak mau divaksin dosis dua)," sambung Harjuna.

Harjuna menjelaskan, guru yang belum mendapat vaksin lengkap ada sekitar 300-an guru. Menurutnya, dari jumlah itu paling banyak merupakan guru sekolah dasar. Harjuna menduga, guru belum menerima vaksin dosis dua ini karena tensi tinggi hingga sempat terpapar corona.

"Pertama (vaksin pertama) berani, (vaksin) kedua tidak berani. (Ini) Ada apa? Kebanyakan (guru) SD, itu sekitar tiga ratusan," jelasnya.

"Yang belum vaksin kan itu alasannya tensi tinggi atau mungkin kemarin kena terpapar. Nanti beri masukan apa kurangnya. Setelah itu vaksin kedua biar segera mengajar," sambung dia.

Harjuna mengatakan, meski ada ratusan guru belum menerima vaksin secara lengkap, kegiatan belajar-mengajar secara terbatas berlangsung dengan kondusif. Menurutnya, kegiatan pembelajaran tatap muka langsung di sekolah berlangsung dengan baik.

"Meski demikian, laporan saat PTM tidak ada ya. Kita berbenah seperti anak-anak lepas masker. Dik ayo maskernya dipakai. Kalau sarprasnya sudah sesuai bagus," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, ratusan guru di Kudus, Jawa Tengah tidak mau datang untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis dua. Mereka pun dilarang untuk mengajar di sekolah.

"Guru yang tidak mau dosis dua tidak boleh mengajar," kata Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Gedung Setda Kabupaten Kudus siang tadi.

Ratusan guru itu tidak datang untuk menerima suntikan vaksin dosis dua beberapa waktu lalu. Padahal pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah menjadwalkan dosis dua untuk para guru.



Simak Video "Kepala Sekolah di Ciamis Bisa Dicopot Bila PTM Abai Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia