Bupati Kudus Larang Guru yang Tak Datang Vaksin Dosis 2 Mengajar

Dian Utoro Aji - detikEdu
Rabu, 08 Sep 2021 13:45 WIB
Sejumlah murid di Polman tak pakai masker saat PTM di kelas
Foto: Abdy F/detikcom
Kudus -

Seratusan guru di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tidak mau datang untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis dua. Mereka pun tidak diperbolehkan untuk mengajar di sekolah.

"Guru yang tidak mau dosis dua tidak boleh mengajar," kata Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Gedung Setda Kabupaten Kudus, Rabu (8/9/2021).

Hartopo mengatakan, akan segara membuat surat edaran terkait aturan guru harus sudah menerima vaksin corona lengkap agar bisa mengajar di sekolah. Menurutnya, vaksinasi penting guna mencegah penyebaran virus corona di Kudus.

"Ya nanti kita suruh sudah ada masukan seperti itu (buat surat edaran). Kalau memang ada guru yang tidak mau (diberikan) dosis dua, kita suruh agar tidak mengajar dulu di sekolahan," ungkap Hartopo.

"Ya berarti belum tahu fungsinya. Apa manfaat vaksin belum tahu, bukan hanya peningkatan imunitas tapi perlengkapan administrasi di dalam aplikasi. Kalau sudah tahu, baru tahu manfaatnya," lanjut Hartopo.

Dia menambahkan, pemerintah saat ini tengah memperbolehkan sekolah di Kudus untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Hartopo masih menunggu petunjuk pelaksanaan PTM di Kudus. Terlebih Kudus saat ini sudah masuk di PPKM Level 2.

Saat ditanya, apakah akan menggelar PTM secara menyeluruh di Kudus, pihaknya masih melihat perkembangan COVID-19 di Kudus. "Petunjuk Pak Gubernur, harus kita tunggu. Kasus corona anjlok tinggal 13 konfirmasi aktif," ucap Hartopo.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widada mengakui jika masih banyak guru di Kudus yang belum datang vaksinasi dosis dua. Menurutnya, mereka beralasan karena mengalami tensi tinggi hingga sempat terpapar corona saat akan divaksin dosis dua.

"Itukan mungkin alasannya mungkin tensi tinggi, atau kemarin kena terpapar (terkonfirmasi positif corona). Nanti akan kita berikan masukan atau apa. Setelah vaksin kedua ini agar segera mengajar," jelas Harjuna ketika ditemui di gedung Setda Kabupaten Kudus.

Harjuna pun akan segera berkoordinasi dengan perwakilan pendidikan di kecamatan untuk meminta para guru segera disuntik vaksin dosis dua. Menurutnya, kebanyakan guru yang belum mendapat vaksin dosis dua merupakan guru Sekolah Dasar.

"Nanti kita akan meminta oyak-oyak (dikejar) sama kita minta bantuan dari teman-teman korwil (koordinator wilayah). Kebanyakannya guru SD," terang Harjuna.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mencatat ada seratusan guru yang masih terlantar belum menerima vaksin COVID-19 dosis dua. Dinkes menyebutkan, ratusan guru itu tidak mau datang untuk mengikuti vaksin dosis dua.

"Ya itu guru susah, khususnya beberapa guru yang dosis duanya terlantar. Artinya dia tidak mau datang (untuk mendapat) dosis dua. Kemarin sudah saya laporkan," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Anik Fuad kepada wartawan ditemui di kantor Dinkes Kudus, Senin (6/9/2021).

"Lumayan ada seratusan," sambung dia.

Anik tidak mengetahui alasan seratusan guru tidak mau disuntik vaksin corona dosis kedua. Padahal vaksinasi guru sudah dijadwalkan.

Dia khawatir jika dalam waktu enam bulan belum vaksin dosis dua, maka mereka harus vaksin dosis pertama lagi. Padahal stok vaksin di Kudus sedang tersendat.

"Alasannya kurang tahu, sudah dihubungi Puskesmas, sudah dijadwalkan untuk dosis kedua ternyata sampai hari ini (Senin 6/9/2021) ada beberapa guru yang tidak datang," terang dia.

"Kalau misal di aplikasi itu dari enam bulan itu akan hilang otomatis. Hilang kan akan mengulangi dosis pertama. Kalau dosis pertama diulang lha wong vaksin kita saja tersendat apakah nanti mengulang dari awal kan susah. Mereka vaksin pertama itu bulan Mei 2021," ucap dia.



Simak Video "Kepala Sekolah di Ciamis Bisa Dicopot Bila PTM Abai Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia