Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) mengumumkan sekolah tatap muka terbatas di Jakarta akan dimulai Senin (30/8/2021) besok. Peraturan ini didasarkan pada status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta yang sudah menurun ke level 3.
"Untuk pembelajaran tatap muka di DKI Jakarta barusan tadi sudah kita rapat konsolidasi terkait hal tersebut, itu kita rencananya akan melaksanakan PTM itu minggu depan (30/8/2021)," ujar Kasubag Humas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taga Radja kepada wartawan, Selasa lalu.
Lalu bagaimana aturan terkait sekolah tatap muka terbatas ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 882 Tahun 2021 yang diteken oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jakarta Nahdiana dijelaskan bahwa satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan kriteria level 1-3 dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berdasarkan SKB 4 menteri.
"Satuan pendidikan harus melaksanakan prosedur sesuai dengan Surat Keputusan Besama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 03/KB/2021, Menteri Agama Nomor 384 Tahun 2021, Menteri Kesehatan Nomor HK 01.08/Menkes/4242/2021 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-717 Tahun 2021," bunyi salah satu poin dalam (SK) tersebut.
Adapun aturan lengkap mengenai sekolah tatap muka di Jakarta berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 882 Tahun 2021 adalah sebagai berikut.
6 Aturan Sekolah Tatap Muka Terbatas di Jakarta
1. Fase PTM Terbatas
- Masa transisi, yaitu berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak dimulainya PTM terbatas di satuan pendidikan.
Jadwal pembelajaran mengenai jumlah hari dalam seminggu dan jumlah jam belajar setiap hari dilakukan dengan pembagian rombongan belajar (shift). Aturan tersebut ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.
- Masa kebiasaan baru, yaitu setelah masa transisi selesai, apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai daerah PPKM level 3 ke bawah atau zona hijau. Maka satuan pendidikan masuk dalam masa kebiasan baru.
2. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang dilakukan adalah melalui blended learning. Artinya, metode belajar dimana proses belajar tatap muka di kelas yang dipadukan dengan proses e-learning (daring).
Untuk pembelajaran e-learning, pembelajaran dilakukan dengan aplikasi setara daring dan disediakan bahan belajar e-book (buku elektronik).
Seluruh modul yang digunakan sebagai bahan ajar, disusun secara sistimatis dan menarik sehingga dapat digunakan bagi peserta didik secara mandiri maupun tutorial.
3. Waktu Pembelajaran
- SMA/SMK sederajat: Maksimal 35 menit x 5 artinya 175 menit/1 kali/minggu
- SMP sederajat: Maksimal 35 menit x 4 artinya 140 menit/1 kali/minggu
- SD sederajat: : Maksimal 35 menit x 3: 105 menit/1 kali/minggu
- PAUD: Maksimal 30 menit x 2 artinya 60 menit/1 kali/minggu
Simak Video "PPKM Dicabut, Jokowi Minta Masyarakat Mandiri dalam Pengobatan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]