Ada PPKM Darurat Jawa-Bali, Kemendikbudristek: PTM Ikuti SKB 4 Menteri

Puti Yasmin - detikEdu
Kamis, 01 Jul 2021 16:07 WIB
Siswa-Siswi kelas 5 menjalani ujian penilaian akhir sekolah di SD Negeri Kota Baru 2 dan 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). Ujian ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat dan membagi beberapa sesi kelas untuk ujian. Satu kelas terdiri dari 15 anak. Ujian ini berlangsung hingga 12 Juni 2021. Hanya kelas 4 dan 5 yang melakukan ujian tatap muka kelas lainnya laksanakan ujian secara daring.
Foto: Agung Pambudhy/Ada PPKM Darurat Jawa-Bali, Kemendikbudristek: PTM Ikuti SKB 4 Menteri
Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat mulai 3 Juli besok. Bersamaan dengan itu, Kemendikbudristek memastikan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka akan terus berjalan.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Jumeri pemerintah sekolah tatap muka terbatas akan tetap berlangsung sesuai SKB 4 menteri. Sebab, aturan PPKM Darurat hanya berlaku di Jawa dan Bali.

Sehingga, daerah selain Jawa dan Bali, serta yang masuk dalam zona hijau atau aman dari virus corona tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Pemerintah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Jalan terus (sekolah tatap muka terbatas) dengan mengikuti SKB 4 Menteri dan PPKM Darurat, tidak disamaratakan se Indonesia, daerah yang aman tetap PTM terbatas," ungkap dia kepada detikEdu, Kamis (1/7/2021).

Jumeri menjelaskan bahwa keputusan belajar tatap muka terbatas harus segera dilakukan. Hal itu, demi mencegah dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online selama pandemi COVID-19.

"Anak-anak sudah harus ditolong dengan belajar tatap muka. Sekolah mengikuti dinamika pandemi," sambung dia.

Sementara itu, pihaknya juga mengeluarkan enam poin statement terhadap PPKM Darurat Jawa-Bali, sebagai berikut

1. Aturan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi masih berdasarkan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua insan pendidikan dan keluarganya. Pembelajaran di masa pandemi akan berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yakni PPKM, baik PPKM Mikro maupun PPKM Darurat.

2. Pembelajaran pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada enam provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku.

3. Satuan pendidikan pada wilayah selain tujuh provinsi dalam PPKM Darurat dapat memberikan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah memenuhi daftar periksa yang dipersyaratkan.

4. Orang tua/wali pada wilayah selain tujuh provinsi dalam PPKM Darurat memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ. Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ.

5. Setiap insan pendidikan wajib menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

6. Bagi pendidik dan tenaga kependidikan pada seluruh jenjang pendidikan diimbau untuk segera melaksanakan vaksinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagaimana, detikers setuju dengan rencana sekolah tatap muka jalan terus di tengah PPKM Darurat Jawa-Bali?



Simak Video "PTM Juli 2021 Masih Melihat Pertimbangan Zonasi Risiko"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia