Bocoran PPKM Darurat di Sekolah, Ini Ketentuannya

Rosmha Widiyani - detikEdu
Rabu, 30 Jun 2021 11:30 WIB
Bobby saat mengecek sekolah tatap muka di Medan (Datuk-detikcom)
Foto: Bobby saat mengecek sekolah tatap muka di Medan (Datuk-detikcom)/Bocoran PPKM Darurat di Sekolah, Ini Ketentuannya
Jakarta - Kebijakan rem darurat kemungkinan bersiap ditarik pemerintah pusat untuk menekan total kasus COVID-19. Kabar penerapan kebijakan PPKM Darurat ini disampaikan Pemda DIY pada detikcom.

"Pembahasan mengenai wacana pemberlakuan PPKM Darurat yg rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Juli 2021," ujar Pemda DIY melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (29/6/2021).

Informasi yang diterima detikEdu menyatakan, PPKM Darurat diselenggarakan di semua kegiatan masyarakat termasuk sekolah. Kebijakan PPKM Darurat berbeda dengan PPKM Mikro yang lebih dulu diterapkan.

Aturan PPKM Darurat dan PPKM Mikro

A. PPKM Darurat

▪ Kebijakan PPKM Darurat diterapkan 2-20 Juli 2021

▪ Kabupaten atau Kota Zona Merah dan Zona Oranye: dilakukan secara daring

▪ Kabupaten atau Kota Zona lainnya: sesuai pengaturan Kemendikbudristek.

B. PPKM Mikro

▪ Kabupaten atau Kota selain Zona Merah: melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kemendikbudristek dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

▪ Kabupaten atau Kota Zona Merah: dilakukan secara daring.

Aturan ini juga akan dilaksanakan di perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan dan pelatihan.

Terkait perbedaan warna zona dalam aturan PPKM Mikro dan PPKM Darurat, berikut penjelasannya dari Kepala Departemen Epidemiologi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc.

a. Zona merah

Ditemukan kasus baru sangat banyak yang melebihi zona lainnya. Penularan atau transmisinya dipastikan meluas dengan sangat cepat dibandingkan pada zona-zona lainnya. Pada zona merah, skor yang didapatkan adalah 0-1,8 yang mengindikasikan risiko paling tinggi.

b. Zona oranye

Jumlah kasus yang ada di wilayah tersebut sudah relatif banyak. Dalam hal transmisi atau penularannya, zona risiko sedang ini dipastikan ada dan lebih luas dibandingkan di zona kuning. Skor yang diperoleh berdasarkan 15 indikator penentu zonasi wilayah untuk zona ini ada di kisaran 1,9 sampai 2,4.

c. Zona kuning

Kuning mengindikasikan zona risiko rendah, ada kasus baru, tetapi jumlahnya hanya sedikit. Penularan atau transmisi juga masih ada kemungkinan bisa terjadi. Jika menggunakan 15 indikator yang ditetapkan tim gugus tugas, skor untuk wilayah yang termasuk ke dalam zona kuning berada di rentang 2,5 sampai 3,0.

d. Zona hijau

Zona ini merupakan wilayah yang tidak memiliki kasus baru virus Corona lagi dan risiko penularannya kecil. Bagaimana detikers, setuju dengan rencana kebijakan PPKM Darurat ini?

Simak Video "Airlangga Minta RS Luar Jawa-Bali Naikkan Kapasitas 40% Buat Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia