Intip Cara Madrasah Ini Bikin Para Siswanya Dapat Nilai UTBK Sempurna

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 21 Jun 2021 18:10 WIB
MAN IC Pekalongan
Foto: Dok. Panca Imam Gutama/MAN IC Pekalongan
Jakarta - Enam siswa madrasah berhasil meraih nilai sempurna atau nilai 1.000 dalam UTBK SBMPTN 2021. Empat siswa di antaranya adalah siswa dari Madrasah Aliyah Negeri atau MAN Insan Cendekia Pekalongan, lho.

Empat siswa madrasah berprestasi tersebut yaitu Alghifari Mahfudz Rumi, Mohammad Itqon Alexander, Salma Salsabila Firdausa, dan Fikri Naufal Hamdi.

Muhammad Itqon Alexander meraih nilai sempurna untuk mata pelajaran Kimia, Kelompok Ujian Saintek 2021, dan diterima di Teknik Fisika Universitas Gajah Mada. Sementara itu, Alghifari Mahfudz Rumi meraih nilai 1000 Tes Potensi Skolastik (TPS) Pengetahuan dan Pemahaman Umum Kelompok Ujian Saintek, dan diterima di Teknik Mesin ITB.

Adapun Fikri Naufal Hamdi meraih nilai sempurna mata pelajaran Kimia, Kelompok Ujian Saintek 2021, dan diterima di Teknik Elektro dan Informatika ITB. Sementara itu, Salma Salsabila Firdausa siswa MAN IC Pekalongan berhasil meraih nilai sempurna mata pelajaran Sejarah, TKA Kelompok Ujian Sosial Humaniora, dan diterima di Fakultas Psikologi UGM.

Per 16 Juni 2021, tercatat 80,1% siswa kelas XII MAN IC Pekalongan yang sudah diterima di perguruan tinggi. Dari total 87 siswa kelas XII, 40 siswa diterima di perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN dan 6 siswa diterima melalui jalur SNMPTN.

Adapun 4 siswa diterima diterima melalui jalur PPKB UI, 11 siswa diterima melalui jalur SPAN PTKIN, 4 siswa diterima melalui jalur UMPTKIN, 1 siswa diterima melalui jalur SPMBU, 5 siswa diterima melalui jalur prestasi perguruan tinggi. Per 16 Juni 2021, 67 siswa MAN IC Pekalongan diterima di PTN dan 4 siswa diterima di PTS.

Kepala MAN IC Pekalongan Khoirul Anam menuturkan, pada dasarnya pelaksanaan pembelajaran di MAN IC se-Indonesia sama. Adapun MAN IC memberlakukan asrama untuk semua siswa yang diterima di madrasah ini.

"Yang dijaga hanya konsistensinya, untuk menjaga amanah orang tua, sebab masuk IC berat. Selama pandemi, materinya sama, hanya disampaikan secara daring," kata Anam kepada detikEdu, ditulis Senin (21/6/2021).

Sebagai informasi, sekitar 17 ribu pendaftar MAN IC se-Indonesia disaring menjadi sekitar 2.000 siswa yang diterima di MAN IC yang tersebar di berbagai kota.

Anam menuturkan, ada beberapa kiat yang ditempuh madrasah untuk mendukung siswanya mengembangkan talenta dan meraih nilai sempurna di UTBK SBMPTN 2021. Beberapa kiat tersebut di antaranya membangun nilai spiritual anak, kesholehan akhlak, bersinergi, dan berkolaborasi dengan dengan seluruh pihak yang mendukung pendidikan anak.

Sinergi yang dilakukan pertama yakni mengarahkan talenta siswa sesuai kecerdasannya berdasarkan psikotes di awal masuk sekolah. Menurut Anam, hal ini membantu anak sejak kelas 10 sudah tahu ingin di fakultas dan perguruan tinggi apa.

"Jadi (dari kelas 10) ada rekam jejaknya, sehingga tidak (terlihat) hanya faktor akademik, tetapi talenta dan kekuatan diri saat bergabung dengan teman-temannya, bagaimana anak punya toleransi, dan lain-lain. Diarahkan mencari jati dirinya," kata Anam.

Ia menambahkan, untuk mendukung faktor emosional dan akademik, para siswa juga diarahkan mendalami pelajaran sesuai minatnya lewat Klub Bidang Studi sejak kelas 10. Klub ini juga mendukung anak-anak yang ingin ikut lomba.

Anam mengatakan, siswa yang mampu sesuai minatnya bisa mengaktualisasikan diri lewat tutor sebaya yang dilaksanakan sore atau malam hari di asrama siswa, pukul 20.00-22.00 WIB. Pada tutor sebaya ini, siswa belajar dalam situasi informal dan berlatih soal-soal materi pokok yang belum dikuasai.

"Lalu ada klinik dan responsi untuk siswa yang tidak paham. Jadi kalau ada yang tidak paham-paham (sebuah pelajaran), ada kewajiban untuk ganggu gurunya. Karena gurunya di pondok, kepala madrasah juga, hubungannya lebih enak. Negara dan orang tua juga hadir untuk kesejahteraan guru dalam membantu anak-anak," kata Anam.

Anam mengatakan, pembiasaan belajar dukungan sebaya, guru, klub, dan lainnya, kadang membuat anak susah berhenti belajar.

"Kadang susah buat menghentikan belajar. Kaya orang kecanduan hp, susah dihentikan kan. Konsep (pendidikannya) konsepnya seperti itu, karena lingkungannya sudah ditanamkan sistem dan budaya seperti itu," kata Anam.

Anam menambahkan, faktor spiritual anak juga dipupuk untuk mendukung kegiatan akademik. Salah satunya yakni dengan menghafal Al-Qur'an, membiasakan wudhu, bershalawat jika berhalangan, salat tahajud minimal 2 rakaat, makan minum tidak berlebihan, dan bersikat gigi.

"Makan dan minum jangan berlebihan, agar tidak ngantuk. Lalu bersiwak atau sikat gigi. Konsep ulama ini agar ilmu mudah nempel, jadi anak tetap terjaga spiritualitasnya (sambil belajar)," kata Anam.

Anam menuturkan, di sekolah juga ada guru asuh sebagai perwakilan sekolah dan orang tua memantau anak. Lewat guru asuh, anak-anak juga diberi uang saku dan akses telepon ke orang tua.

"Selain ada guru BK yang profesional di bidangnya, guru berkewajiban jadi guru asuh. Sebagai pengganti ortu di madrasah. Siswa bisa curhat, bisa ajak ngerujak, dan cerita-cerita, kalau sudah suka sama Al-Qur'an, misalnya," kata Anam.

Anam mengatakan, untuk membina para siswa di tengah pandemi, madrasah memotivasi siswa akan pentingnya untuk selalu berkarya dan berprestasi dalam kondisi apapun, baik kegiatan belajar masih dilakukan secara PJJ (online) maupun saat pembelajaran tatap muka (offline).

Ia menambahkan, MAN IC Pekalongan juga memberlakukan PTM Terbatas dalam kegiatan pilot PTM Terbatas di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
"Saat pandemi, siswa terutama yang berdomisili di Jawa Tengah, memilih tetap tinggal di asrama," kata Anam.

Gimana detikers, gimana strategimu agar dapat nilai sempurna di UTBK SBMPTN selanjutnya? Semangat terus ya!



Simak Video "BEM UGM Bagikan Sembako, Sindir Pemerintah Tangani Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia