Perhimpunan Guru Soal Pelaksanaan PJJ: Digital Masih Tersentral di Jakarta

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 05 Mei 2021 19:31 WIB
SMKN 1 Depok, Sleman, Yogyakarta, melakukan uji coba sekolah tatap muka. Ada 10 SMK-SMA di Yogyakarta yang mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka.
Foto: Jauh Hari Wawan S
Jakarta - Satriawan Salim selaku Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyampaikan kekhawatirannya soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di acara Talkshow Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2021 yang diadakan oleh PDI Perjuangan melalui laman YouTube resminya.

"Pjj yang jadi masalah adalah gap digital, masih tersentral di Jakarta atau pulau Jawa. Bahkan di Kota Bogor itu pun masih ada 11% yang skemanya guru kunjung. Apalagi di luar di NTT, Papua, dan seterusnya," terang Setiawan.

Bahkan menurut Setiawan saat ini beberapa sekolah belum siap dalam melakukan blended learning. Blended learning adalah pembelajaran di satu waktu tetapi di dua tempat yang berbeda. "Satu di kelas satu di rumah tapi waktunya bersamaan. Nah itu yang disebut pembelajaran campuran itu," papar Setiawan.

Setiawan menyoroti bagaimana guru mempersiapkan blended learning. Menurutnya kompetensi yang diperlukan guru adalah menggunakan perangkat teknologi. "Misalnya mempresentasikan materi lewat zoom tapi sebagian anaknya ada di kelas dan sebagian lagi ada di rumah," jelas Koordinator P2G tersebut.

Lebih lanjut, hal yang perlu ditingkatkan adalah pedagogi. Pedagogi bukan hanya sekadar mengajar dengan zoom dan google meet tetapi pelayanannya tidak optimal tetapi lebih ke cara mengajar. Untuk meratasi hal tersebut beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah disiapkan pelatihan guru dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka.

"Ada pelatihan-pelatihan yang difasilitasi kemendikbud ristek tetapi tidak bisa menjangkau area 3T, sekolah di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) metode blended learning tidak diberikan karena hanya disiapkan untuk tatap muka, negara bertanggungjawab memberikan pelatihan yang afirmatif tidak bias kota," jelas Setiawan.

Sejalan dengan pelaksanaan PJJ, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudriistek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak lagi efektif dan menimbulkan beberapa masalah. Ia pun mendorong agar sekolah segera melakukan tatap muka.

"Efektivitas PJJ menurun di seluruh dunia ada berbagai macam laporan dan anekdot mengenai berbagai macam kendala yang dialami. Ada berbagai macam laporan kendala, konektivitas yang tidak reliabel, tidak memiliki gawai, permasalahan fundamental. Sehingga pelaksanaan PJJ di berbagai daerah sangat sulit dilakukan," jelas Nadiem.



Simak Video "Pemkab Ciamis Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Bulan Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia