Hasil Survei Lembaga ASI: 75,8% Publik Setuju Sekolah Tatap Muka Dimulai

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 29 Apr 2021 20:15 WIB
Sekolah Tatap Muka
Hasil Survei Lembaga ASI: 75,8% Publik Setuju Sekolah Tatap Muka Dimulai (Foto: Pradita Utama/DetikNews )
Jakarta - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) mendapati sebanyak 75,8% publik setuju sekolah tatap muka segera dimulai. Temuan ini didapatkan dari hasil survei nasional bertema "Pendapat Publik Terhadap Isu-Isu Dunia Pendidikan Nasional di Era Pandemi" oleh Lembaga ASI.

Survei dilaksanakan pada 21 - 25 April 2021 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu wawancara responden melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Sebanyak 1000 responden dipilih dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling.

Survei mendapati bahwa sebanyak 75,8% publik setuju jika pembelajaran tatap muka segera dibuka. Sementara 20,6% mengatakan tidak setuju dan 3,6% mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Berdasarkan hasil survei itu Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengklaim upaya pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk segera menggelar sekolah tatap muka punya argumentasi kuat.

"Pasalnya menurut data survei, sebanyak 65,7% publik berpandangan bahwa pembelajaran daring atau jarak jauh yang sedang berjalan selama ini kurang efektif," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya pada detikEdu, Kamis (29/4/2021).

Bagi yang setuju belajar tatap muka sebanyak 48,3% berpendapat pembelajaran daring kurang maksimal, lalu banyak siswa mulai jenuh belajar di rumah (31,8%), tren penyebaran Covid-19 sudah cenderung menurun (9,7%), dan sudah ada vaksin (8,9%). Sisanya tidak menjawab atau mengaku tidak tahu.

Sementara itu, 20,6% publik yang tidak setuju pembelajaran tatap muka dibuka beranggapan angka penyebaran Covid-19 masih tinggi (39,7%), yang divaksin baru sedikit (21%), siswa lebih senang belajar di rumah (17,8%), dan siswa lebih rentan tertular Covid-19 (17,3%). Sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara publik lebih menginginkan pembelajaran tatap muka ini dibuka secara bertahap (49,4%) ketimbang dibuka secara serentak (29,15%). Sisanya 21,5 % mengaku tidak tahu atau tidak jawab.

Di sisi lain, kendati sekolah tatap muka diberlakukan, sebanyak 64,7% publik berpendapat bahwa penggunaan teknologi digital tetap dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran.

Bagaimana detikers, setuju pembelajaran tatap muka segera dimulai, atau tetap sekolah daring saja?

Simak Video "Mulai Senin, Sekolah SMA di Makassar Belajar Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia