Deteksi Dini Kanker Serviks Pakai Asam Cuka Dapur, Ini Tips dari Pakar UI

Kristina - detikEdu
Selasa, 27 Apr 2021 09:30 WIB
Gynecologist showing uterine structure on a uterus model. Uterus model on gynecologists desk close-up
Pakar UI memaparkan cara mudah deteksi dini kanker serviks menggunakan asam cuka dapur (Foto: Getty Images/iStockphoto/peakSTOCK)
Jakarta - Guru besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) menyatakan kanker serviks bisa dideteksi sejak dini dengan memakai asam cuka dapur. Metode sederhana, murah, dan mudah ini bisa dikerjakan hampir semua orang.

Hal ini dipaparkan oleh Prof. Dr. dr. Laila Nuranna, Sp.OG(K)Onk. dalam pengukuhan guru besar FK UI melalui pidatonya yang berjudul "Strategi Pencegahan Kanker Serviks di Indonesia dengan Skrining IVA-DoIVA serta Terapi Segera (Lihat dan Terapi)".

"Dengan memakai panca indra yang Sang Khalik anugerahkan, mata kita. Lebih istimewanya, pemeriksaan ini hasilnya dapat langsung dilihat. Kita cukup mengoleskan asam cuka dapur dengan konsentrat 3-5% ke daerah serviks," ujar Laila dalam keterangan tertulis pada wartawan, Senin (26/4/2021).

Setelah itu tunggu hasilnya selama 1-2 menit. Kalau ternyata ada perubahan warna berupa munculnya plak putih artinya serviks ada lesi pra kanker serviks.

Hasil pemeriksaan sederhana ini bisa didokumentasikan untuk kemudian dilakukan konsultasi dengan dokter melalui sistem daring. Foto dokumentasi juga tidak memerlukan alat khusus, tapi bisa dilakukan dengan kamera jenis apapun termasuk handphone.

"Ini merupakan sebuah metode deteksi yang murah dan cukup mudah untuk dilakukan siapapun," kata Laila.

Prof. Laila memaparkan, adanya metode ini memungkinkan deteksi kanker serviks lebih dini. Selain itu, hampir semua orang bisa melakukannya tanpa mengenal mengenal batas wilayah.

Dalam pengukuhan yang dilakukan oleh Rektor UI, Ari Kuncoro, Laila juga menjelaskan tingginya angka penderita kanker serviks di Indonesia harusnya bisa diatasi. Masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini terlebih dengan adanya vaksin HPV (human papiloma virus).

Di tingkat global, metode skrining deteksi kanker serviks dengan tes Pap dan Tes HPV DNA sudah banyak diterapkan di berbagai wilayah. Kedua metode tersebut memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi. Namun menurutnya, Indonesia masih kesusahan untuk melakukan skrining masif karena keterbatasan sumber daya manusia, biaya, serta kendala geografis.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Laila memberikan solusi untuk menerapkan metode deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka dapur tersebut. Turut hadir pula dalam pemaparannya, Ketua Yayasan Kanker Indonesia/YKI Pusat, Aru Wisaksono Sudoyo dan Wakil Ketua YKI Pusat Sri Murniati Widodo. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia