3 Hal Terlarang Saat Sekolah Tatap Muka Mulai Digelar

Tim detikcom - detikEdu
Minggu, 04 Apr 2021 11:32 WIB
Siswa siswi belajar secara tatap muka dengan protokol kesehatan di Sekolah Dasar Pekayon Jaya 6, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Sebanyak 88 SD diberikan izin untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) berbasis adaptasi tatatan hidup baru satuan pendidikan (ATHBP-SP). Di Sekolah ini ada 3 kelas siswa SD kelas 6 yang mengikuti proses belajar tatap muka. Setiap kelas terdiri dari 15 siswa siswi.
Sekolah tatap muka terbatas tidak sama dengan sekolah sebelum masa pandemi COVID-19. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Pemerintah pusat menargetkan sekolah tatap muka bisa digelar secara terbatas mulai Juli 2021. Tahapan ini dilakukan setelah vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan tuntas

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag).

"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satuan pendidikan divaksinasi secara lengkap, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan tersebut untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas," ujar Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan persnya, Selasa (30/3/2021) lalu.

Sekolah tatap muka terbatas tersebut dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran jarak jauh. Pembukaan sekolah ini dimulai dengan masa transisi selama dua bulan. "Masa tatap muka terbatas ini sama sekali berbeda dengan masa sekolah sebelum pandemi," kata Nadiem.

Selama masa transisi sekolah tatap muka terbatas, ada 3 hal yang dilarang menurut Menteri Nadiem. Pertama, tidak boleh ada aktivitas di kantin sekolah. Warga satuan pendidikan disarankan membawa makan atau minuman dengan menu gizi seimbang.

Kedua, tidak boleh ada kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah. Hanya saja menurut Nadiem aktivitas fisik tetap disarankan dilakukan di rumah masing-masing.

Kemudian ketiga, saat masa transisi sekolah tatap muka terbatas kegiatan lain selain pembelajaran tidak diperkenankan. Kegiatan lain ini seperti orangtua menunggu peserta didik di sekolah, pertemuan orang tua-peserta didik, dan pengenalan lingkungan sekolah. "Termasuk istirahat di luar kelas," ujarnya.

Setelah masuk dalam masa kebiasaan baru, kantin boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Begitu pun dengann kegiatan olahraga, ekstrakurikuler, dan kegiatan selain pembelajaran bisa dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Menteri Nadiem menegaskan peran aktif kepala sekolah dan pemerintah daerah dibutuhkan untuk memastikan sekolah tatap muka terbatas ini dapat berjalan dengan aman. Dimana kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi kuncinya.

"Kita ingin kepala sekolah secara konsisten memberikan edukasi penerapan prokes di dalam lingkungannya dan mereka harus memastikan seluruh pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dan dilaksanakan dengan memenuhi seluruh checklist tersebut," ujarnya.

Kepala sekolah juga diwajibkan menyiapkan satgas COVID-19, melakukan penanganan kasus, dan dapat menutup sementara sekolah ketika ditemukan kasus konfirmasi COVID-19. "Jadi kepala sekolah harus selalu siaga," kata Nadiem.

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia