Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengatakan kuliah gratis masih dalam tahap pembahasan. Adapun anggaran yang disiapkan sementara sebesar Rp 93,7 Triliun.
"Waktu itu angkanya sudah pernah dihubungkan oleh Pak Menteri. Hitungan sementaranya Rp 90 Triliun lebih ya. Tetapi ini terus dirumuskan oleh tim di Kemendiktisaintek," ujarnya ditemui usai Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV, di Science Techno Park UI Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Stella menegaskan Kemdiktisaintek tidak hanya ingin memperluas keterjangkauan, tetapi juga mempertahankan kualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kembali lagi tentu saja, kita bukan saja keterjangkauannya, kita dari berbanyak hal, kita tetap menjaga kualitasnya," tuturnya.
Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi
Stella memaparkan Kemdiktisaintek tengah mengusahakan beragam strategi untuk meningkatan kualitas pendidikan tinggi, salah satunya melalui pendidik.
"Mungkin kita adakan lebih banyak lagi beasiswa untuk dosen-dosen kita, meningkatkan kualifikasi mereka," ungkapnya.
"Jadi kita mungkin uang beasiswanya itu memang sudah banyak di LPDP, tapi kita bisa geser lebih banyak lagi dari presentasinya untuk dosen," imbuhnya.
Stellla menegaskan Kemdiktisaintek berusaha menyeimbangkan pendidikan gratis dengan kualitas yang tetap terjaga.
"Kita pastikan itu bahwa pendidikan gratis, sesuai dengan arah bapak presiden, untuk dijalankan juga kualitasnya," ujarnya.
Kuliah Gratis dari Arahan Presiden
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kuliah gratis pada akhir September lalu. Menindaklanjuti arahan ini, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, menjelaskan pemerintah telah membahas sejumlah opsi untuk mewujudkan arahan tersebut.
Kemdiktisaintek telah mempertimbangkan berbagai komponen pembiayaan perguruan tinggi, mulai dari penerimaan uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI) jalur mandiri, hingga sumber pendapatan lain di PTN.
"Tadi beberapa hitungan-hitungan sudah kita lakukan, beberapa analisis mulai dari pendapatan UKT yang ada saat ini, kemudian berapa IPI pada jalur mandiri, kemudian juga pendapatan lain-lainnya, yang karena di perguruan tinggi negeri itu kadang-kadang pendapatan dari pascasarjana itu menyubsidi program sarjana," ujar Brian, dilansir laman Sekretariat Negara, dikutip Kamis (22/10/2026).
