Apakah Kuliah di AS Masih Aman dengan Kebijakan Trump yang Berubah-ubah?

ADVERTISEMENT

Apakah Kuliah di AS Masih Aman dengan Kebijakan Trump yang Berubah-ubah?

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 20 Sep 2026 19:00 WIB
(FILES) People walk through Harvard Yard on the Harvard University campus in Cambridge, Massachusetts, on April 15, 2025. US President Donald Trumps administration on Thursday revoked Harvards right to enroll foreign students -- more than a quarter of its annual enrollment -- in a major escalation of the presidents fight with one of the worlds most storied universities. Trump is furious at Harvard -- which has produced 162 Nobel prize winners -- for rejecting his demand that it submit to oversight on admissions and hiring over his claims that it is a hotbed of anti-Semitism and woke liberal ideology. (Photo by Joseph Prezioso / AFP)
Kampus Harvard di Cambridge, Massachusetts, AS. (Foto: AFP/JOSEPH PREZIOSO)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sempat mengeluarkan larangan mahasiswa asing untuk berkuliah di suatu universitas. Lantas, apakah masih aman kuliah di Negeri Paman Sam?

Sebelumnya, Trump mengeluarkan larangan Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing dan meminta mahasiswa internasional mencari kampus baru pada Mei 2025 lalu. Kendati demikian, Presiden Universitas Harvard, Alan MGarber telah menyampaikan mosi perintah penahanan sementara atas hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hakim federal US District Judge Alison D Burroughs juga telah mengabulkan permohonan Harvard. Pengadilan mengeluarkan perintah penahanan yang memblokir pemerintahan Trump dalam mencabut hak Harvard menerima mahasiswa dan ilmuwan internasional.

Dengan kejadian ini, muncul pertanyaan mengenai keamanan kuliah di Amerika Serikat, terlebih untuk mahasiswa asing. Ardi Findyartini selaku Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (SSPT Kemdiktisaintek) mengatakan hal tersebut membutuhkan perhatian khusus.

ADVERTISEMENT

"Kalau dari sudut pandang policy dari US government, sebetulnya tetap sama untuk visa dan lain-lain. Tapi, memang PR. Makanya, kenapa kami mendukung exposure acara seperti ini," ujarnya dalamEducationUSA Indonesia Fall Fair 2026 Jakarta, di Hotel LeMeridien, Jakarta, Minggu (20/9/2026).

EducationUSA Indonesia Fall Fair 2026 Jakarta menampilkan 20 universitas dari Amerika Serikat dengan layanan konsultasi pendaftaran dan beasiswa. Menurut Findyartini, faktor terpenting dalam studi di AS adalah orang tua.

Orang tua melihat kualitas universitas-universitas di AS sudah sangat baik. Akan tetapi, mereka masih perlu diyakinkan tentang faktor keamanan.

"Kalau kualitas tidak menjadi masalah. Tetapi bagaimana cara meyakinkan mereka tentang keamanan dan hal lainnya. Jadi itu mungkin perlu disatukan," tuturnya.

"Kalau anak-anak sarjana dengan anak pascasarjana beda ya. Kalau anak-anak sarjana masih bisa benar-benar orang tuanya menjadi penentu pilihannya. Tapi, kalau dari kita sih, makanya kita mendukung sesi-sesi seperti ini biar semuanya mengerti informasi yang sempurna," imbuhnya.



(nir/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads