Borong 14 LoA Kampus Top Dunia, Ini Tips Clarissa Susun Portofolio Agar Lolos

ADVERTISEMENT

Borong 14 LoA Kampus Top Dunia, Ini Tips Clarissa Susun Portofolio Agar Lolos

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 01 Sep 2026 07:30 WIB
Clarissa, penerima Beasiswa Garuda yang sudah bangun start up di usia 19 tahun di AS
Clarissa. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Salah satu syarat yang cukup sulit untuk bisa kuliah di luar negeri adalah mendapatkan satu surat penerimaan atau Letter of Acceptance (LoA) dari pihak universitas. Namun, Clarissa Aurelia Nahid Saputra justru berhasil memborong 14 LoA sekaligus.

Beberapa di antaranya adalah National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), King's College London, University of Edinburgh, hingga University of California San Diego (UCSD) yang kini menjadi tempatnya menimba ilmu.

"Aku kemarin dapat 14 kampus di luar negeri dan beberapa kampus yang aku ingat sekarang itu ada NUS, NTU, UIUC, UCSD, UC Davis, dan yang lainnya itu kayak dari UK itu ada Edinburgh, ada King's College London, dan banyak lagi gitu across the United States," kata Clarissa saat ditemui di FX Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Clarissa bisa meraih LoA sebanyak itu dari kampus-kampus top dunia? Ini tips yang ia ingin bagikan kepada para calon mahasiswa:

ADVERTISEMENT

Tips Tembus Kampus Luar Negeri Ala Clarissa

Menurut Clarissa, untuk mudah diterima di kampus luar negeri perlu sebuah portfolio yang bagus. Dalam membuat portolio yang mudah dilirik, ini cara yang dilakukan Clarissa:

1. Isi dengan Passion yang Terukur

Clarissa sendiri mengisi portofolionya dengan kombinasi prestasi akademik dan organisasi yang kuat. Ia pernah menjadi Wakil Ketua OSIS saat masih SMA.

Selain itu, ia pernah meraih Honorable Mention di International Physics Olympiad (IPhO). Menurutnya pengalaman itulah yang membantunya bisa diterima.

"Jadi rekomendasinya itu kalian harus kayak ngisi portofolio kalian dengan hal-hal yang kalian emang suka dan emang kalian fokus rather than fokus ke banyak hal," tutur gadis asal Jakarta tersebut.

2. Fokus pada Sedikit Keunggulan

Clarissa menekankan bahwa kesalahan umum pelajar adalah mencoba memasukkan terlalu banyak kegiatan ke dalam portofolio agar terlihat sibuk. Namun, ia justru menyarankan untuk fokus.

"Return of Investment (ROI) kalian untuk fokus ke sepuluh hal dibandingkan dengan dua hal yang memang kalian jago banget itu sangat berbeda," ujar Clarissa.

Biasanya, kampus di luar negerilebih menghargai kandidat kedalaman keahlian. Jika memungkinkan, tonjolkan satu atau dua bidang untuk lebih mudah dilirik.

3. Pilih Kampus Sesuai Karier Impian

Diterima di banyak kampus bukan berarti menyepelekan pilihan yang ditargetkan. Justru, Clarissa mengajak calon mahasiswa agar menetapkan alasan mengapa daftar ke kampus tertentu.

Meski diterima di banyak universitas papan atas dunia, Clarissa memilih UC San Diego (UCSD) di California bukan tanpa alasan. Tips darinya adalah memilih kampus yang mendukung tujuan jangka panjang (career goal).

"Aku pilih UCSD karena sangat bagus di bidang robotik. Selain itu, lokasinya di California dekat dengan San Francisco yang memiliki start up culture sangat tinggi. Itulah kenapa aku pilih di sini," jelas Clarissa yang kini juga sukses membangun start up Clean AI Labs di Silicon Valley.

4. Bangun Personal Branding yang Kuat

Terakhir, Clarissa berpesan agar pelajar Indonesia berani mempromosikan diri. Selama kuliah di AS, ia belajar bahwa personal branding sangatlah krusial.

Menurutnya, portofolio bukan hanya sekadar daftar prestasi di atas kertas, tetapi cara menceritakan siapa seseorang dan apa dampak yang ia berikan.



(cyu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads