Kecerdasan buatan (AI) telah mengubah tren pasar kerja masa kini. Banyak posisi yang awalnya diisi pekerja pemula, telah diotomatisasi oleh sistem AI. Lalu lulusan apa yang masih aman?
Menurut laporan Forbes, beberapa jurusan kuliah menawarkan peluang yang baik untuk kebutuhan industri AI. Menariknya, jurusan tersebut tidak hanya di bidang teknologi, melainkan juga di bidang kesehatan.
Secara umum, pasar kerja di bidang AI menjanjikan gaji yang relatif lebih tinggi. Namun, menurut Forbes, lulusan perlu memahami bagaimana minat dan kekuatan mereka; apakah bisa berkontribusi pada dunia AI atau tidak.
Maka itu, penting untuk memilih jurusan kuliah sesuai minat dan tujuan. Berikut daftar jurusan yang banyak dibutuhkan industri AI, dikutip dari Southern New Hampshire University (SNHU).
Daftar 6 Jurusan Kuliah yang Paling Dicari Industri AI
1. Ilmu Komputer
Seorang asisten profesor ilmu komputer di SNHU, Dr Swapnil Chhabra, mengatakan bahwa ilmu komputer sering menjadi pondasi dalam pekerjaan bidang AI. Lulusannya memiliki kemampuan memecahkan masalah kompleks, merancang solusi, hingga pemahaman terhadap pemrograman.
"(Di jurusan ilmu komputer) Anda belajar bagaimana berpikir secara sistematis, memecah masalah kompleks, merancang solusi yang efisien, dan bekerja dengan berbagai bahasa pemrograman - keterampilan yang mendasar dalam peran teknis apa pun," ujarnya.
2. Teknologi Informasi (TI)
Mirip dengan ilmu komputer, jurusan TI banyak menghasilkan lulusan yang dibutuhkan industri AI. Lulusan TI memiliki pemahaman teknologi dari perspektif aplikasi bisnis.
"Gelar ini merupakan pilihan tepat lainnya untuk mengajarkan Anda keterampilan teknologi, seperti pemrograman, yang Anda perlukan untuk memulai peran teknis yang berkaitan dengan AI," kata pemimpin di departemen penerimaan mahasiswa di SNHU, Sean Lucius.
3. Keamanan Siber
Seiring majunya perkembangan teknologi, kemanan harus ditingkatkan. Banyak perusahaan mengandalkan teknologi untuk menjalankan bisnis mereka.
Maka itu, lulusan kemanan siber akan sangat dibutuhkan perusahaan. Menurut survei, pekerjaan keamanan siber dan informasi diperkirakan akan tumbuh 29 persen pada 2034.
4. Matematika
Sistem AI pada dasarnya membutuhkan perhitungan matematis dalam perkembangannya. Maka itu, gelar sarjana matematika bisa menjadi pintu awal untuk berkarier di industri AI.
Lulusan matematika dibutuhkan karena memiliki pemahaman aljabar linier, kalkulus, dan probabilitas semuanya relevan dengan pekerjaan di bidang kecerdasan buatan. Bidang ini jika dikombinasikan dengan bidang TI, maka akan menjadi sebuah keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
5. Keperawatan dan Ilmu Kesehatan
Forbes melaporkan bahwa karier AI juga meluas ke bidang kesehatan. Analisis informatika kesehatan dan diagnostik sudah berbasis AI.
Mahasiswa jurusan ini dibekali keterampilan klinis, berpikir kritis di bawah tekanan, empati, dan kemampuan untuk mengambil keputusan cepat dengan informasi yang tidak lengkap. Tenaga kesehatan akan memiliki peran penting dalam menggunakan AI, karena sentuhan manusiawi tetap menjadi yang utama di bidang kesehatan.
6. Teknik Dirgantara
AI juga mulai diaplikasikan di bidang kedirgantaraan. Mahasiswa jurusan teknik dirgantara mempelajari aerodinamika, propulsi, ilmu material, dan sistem kendali, bersama dengan sistem otonom berbasis AI dan teknik optimasi desain.
Kini, AI merevolusi industri kedirgantaraan melalui sistem penerbangan otonom, pemeliharaan prediktif, algoritma desain yang dioptimalkan, dan proses manufaktur canggih. Lulusan yang memahami prinsip kedirgantaraan dan aplikasi AI akan banyak dibutuhkan industri.
Simak Video "Video: Poin-Poin Penting Polemik Penghapusan Prodi di Indonesia"
(faz/pal)