6 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan pada Era AI, Ada Jurusanmu?

ADVERTISEMENT

6 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan pada Era AI, Ada Jurusanmu?

fahri zulfikar - detikEdu
Rabu, 10 Jun 2026 10:00 WIB
student is celebrating her graduation in a term  of social distancing by video conference on laptop computer.
Foto: Getty Images/iStockphoto/nirat/Ilustrasi lulusan yang memiliki skill AI untuk terjun ke dunia kerja.
Jakarta -

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah masuk ke dunia pasar kerja. Lulusan sekolah atau kuliah yang akan bekerja, mau tidak mau, harus bersaing dengan perkembangan AI.

Menurut laporan, saat ini sekitar 78 persen perusahaan di seluruh dunia sudah menerapkan AI. Adopsi AI dianggap bisa menekan biaya yang dikeluarkan perusahaan hingga 40 persen, demikian dikutip dari laman Komdigi.

Kondisi pasar kerja dengan AI ini membuat lulusan kuliah turut bergeser. Tren dunia teknologi dan sains terapan meningkat seiring kebutuhan AI di dunia kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas apa saja jurusan yang menjanjikan pada era AI? Berikut daftarnya, dikutip dari Forbes.

6 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan pada Era AI


1. Ilmu Komputer

Ilmu komputer menjadi disiplin ilmu dasar untuk pengembangan AI. Bidang studi ini mencakup bahasa pemrograman, algoritma, struktur data, rekayasa perangkat lunak, hingga dasar-dasar pembelajaran mesin serta AI.

ADVERTISEMENT

Menurut Forbes, lulusan ilmu komputer akan memiliki pekerjaan yang menjanjikan jika terampil dalam pemecahan masalah, memiliki kemampuan analitis yang kuat, dan tidak gentar terhadap meningkatnya persaingan.

Sebab kini perusahaan tidak hanya mencari programmer lagi. Mereka membutuhkan ahli komputer yang dapat menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan aplikasi dunia nyata, termasuk memahami baik kode maupun konteks di mana kode tersebut beroperasi.

2. Ilmu Data

Ilmu data merupakan bidang yang berada di persimpangan statistik, ilmu komputer, dan keahlian domain. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, pekerjaan ilmuwan data diproyeksikan tumbuh 36% dari tahun 2023 hingga 2033, jauh lebih cepat daripada rata-rata untuk semua pekerjaan.

Lulusan jurusan ini akan dibutuhkan perusahaan karena mampu menjembatani kemampuan teknis dengan aplikasi praktis, bukan hanya kemampuan pengkodean. Hal ini termasuk implementasi AI.

Saat bekerja di perusahaan, lulusan ilmu data akan membangun kumpulan data yang melatih model AI, mengembangkan algoritma yang mendukung sistem rekomendasi, dan menciptakan kerangka kerja analitik yang mengukur kinerja sistem AI.

3. Pendidikan (Pendidikan Khusus/Pendidikan Anak Usia Dini)

Pendidikan dianggap sebagai pekerjaan yang stagnan. Padahal, pekerjaan ini termasuk bidang yang aman dari ancaman AI.

Alih-alih digantikan oleh AI, pengajar memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan seiring majunya teknologi. Negara dan/atau lembaga membutuhkan lebih banyak pendidik yang dapat menggunakan AI untuk mempersonalisasi pembelajaran sambil mempertahankan hubungan manusia yang membuat pendidikan efektif.

Kurikulum mencakup perkembangan anak, teori pembelajaran, manajemen kelas, dan semakin banyak menggunakan teknologi pendidikan dan alat pembelajaran personalisasi berbasis AI. Siswa bisa mengembangkan kesabaran, kreativitas, keterampilan komunikasi, dan kemampuan untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan gaya belajar yang berbeda.

4. Teknik Dirgantara

Bidang kedirgantaraan juga ikut berkembang seiring adaptasi AI. Maka itu, jurusan teknik dirgantara dianggap menjanjikan karena lulusannya memiliki pemahaman mengenai aerodinamika, propulsi, ilmu material, dan sistem kendali. Hal ini bisa dikembangkan dengan sistem otonom berbasis AI dan teknik optimasi desain.

Kini AI telah merevolusi industri kedirgantaraan melalui sistem penerbangan otonom, pemeliharaan prediktif, algoritma desain yang dioptimalkan, dan proses manufaktur canggih. Para ahli banyak dibutuhkan, terutama yang memahami prinsip-prinsip kedirgantaraan tradisional dan aplikasi AI untuk mengembangkan generasi pesawat terbang dan pesawat ruang angkasa berikutnya.

5. Ilmu Kesehatan

Bidang kesehatan termasuk yang terpengaruh oleh adanya AI. Di beberapa negara, alat berbasis AI mulai digunakan.

Namun, lulusan ilmu kesehatan tetap dibutuhkan. Karena pemahaman langsung mengenai anatomi, fisiologi, farmakologi, hingga perawatan pasien, ada yang tidak bisa digantikan oleh AI.

Sebaliknya, lulusan ilmu kesehatan kini dibekali pemahaman tentang informatika kesehatan dan alat diagnostik berbasis AI. Transformasi layanan kesehatan melalui diagnostik berbasis AI, analitik prediktif, dan teknologi telemedisin membutuhkan perawat atau lulusan yang memahami alat-alat ini tanpa kehilangan sentuhan manusiawi.

6. Filsafat

Jurusan filsafat jarang dikaitkan dengan perkembangan AI. Padahal, AI lahir dari pertanyaan filosofis matematikawan Alan Turing: 'Can Machines Think?' atau 'Apakah mesin bisa berpikir?'. Pertanyaan itu dipublikasikan oleh matematikawan Turing di jurnal 'Mind: A Quarterly Review of Psychology and Philosophy'.

Ini berarti dunia AI akan tetap membutuhkan lulusan filsafat. Lulusan filsafat yang dapat mengartikulasikan nilai mereka dalam konteks AI seperti etika, penalaran logis, dan pengembangan kebijakan bisa menemukan peluang karier yang menjanjikan.

Bidang pekerjaan yang bisa dicoba yakni bidang etika AI, pengembangan kebijakan, dan memastikan sistem AI selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.




(faz/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads