×
Ad

Kuliah dengan Pekerjaan Tak Matching? Wamendikti Stella: Tidak Perlu Khawatir

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 13 Agu 2026 17:00 WIB
Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Banyak mahasiswa merasa cemas akan menghadapi ketidaksesuaian antara jurusan yang dipelajari di perguruan tinggi dan pekerjaan yang dijalani setelah lulus.

Namun, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menilai kondisi tersebut tidak semestinya menjadi sesuatu yang dikhawatirkan. Menurutnya, lulusan sarjana yang bekerja di bidang berbeda dari program studi yang ditempuh justru dapat menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan kompetensi di luar bidang akademiknya.

"Jadi adik-adik sekalian, kalian mungkin pernah dengar bahwa kita sedang resah yang namanya non-matching. Jadi tidak match lulusnya jurusan apa, pekerja kerjanya nanti jurusan lain. Saya merasa ini ada sedikit salah paham," ujar Stella saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Senin (10/8/2026).

Ia melanjutkan, "Salah paham karena kenapa? Justru bagus kalian bisa menekuni bidang-bidang lainnya dengan gaji yang tetap hebat. Itu justru lebih baik untuk dunia ini. Artinya kalian mampu berbagai hal. Yang perlu dikhawatirkan itu adalah jika gajinya tidak match. Kalau gaji yang kalian dapatkan setelah lulus jauh lebih rendah dari rata-rata gaji lulusan perguruan tinggi, itu baru mengkhawatirkan. Tapi kalau bidang tidak perlu khawatir."

Pakar ilmu kognitif itu mengutip pengalaman sejumlah rekannya di Harvard University, tempat dirinya menempuh pendidikan strata satu di Amerika Serikat. Ia mengatakan seorang rekannya yang kuliah di jurusan Sejarah, saat ini menjadi pembuat aplikasi yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi seorang jutawan.

Profesor di Tsinghua University itu juga mengutip perjalanan seorang Profesor Sastra Cina Nicholas Morrow Williams yang kuliah di jurusan Matematika Murni di Harvard University. Namun, setelah lulus dan hingga saat ini ia bekerja sebagai profesor Sastra Cina dan merupakan salah satu profesor Sastra Cina yang paling terkenal di seluruh dunia, walaupun dirinya merupakan orang Amerika Serikat.

Ia juga mengambil pasangannya sebagai contoh ketidakcocokan antara jurusan saat menempuh pendidikan sarjana dengan pekerjaan yang saat ini ditekuni.

"Contoh hidup nyata, mantan pacar yang sekarang menjadi suami saya, Profesor Bartek Czech saat ini merupakan profesor Fisika di Tsinghua University tapi waktu di Harvard jurusannya adalah Kimia dan Matematika. Beda total dengan professorship-nya," tutur Stella.



Simak Video "Video: Poin-Poin Penting Polemik Penghapusan Prodi di Indonesia"


(pal/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork