Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Terserap Kerja ketimbang S1

ADVERTISEMENT

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Terserap Kerja ketimbang S1

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 07 Agu 2026 14:45 WIB
Wamen Stella dalam Indonesia-Japan Workshop on New Energy and Industrial Technology pada Selasa (6/1/2026) yang disiarkan melalui YouTube Kemdiktisaintek.
Wamendiktisaintek. Foto: YouTube/Kemdiktisaintek
Jakarta -

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkap bahwa lulusan perguruan tinggi vokasi (diploma) memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja lebih tinggi dibandingkan lulusan perguruan tinggi akademik (sarjana).

Fakta itu ia ambil dari hasil tracer study pada 2021-2024. Hasilnya menunjukkan penyerapan lulusan vokasi sebesar 77% sedangkan lulusan perguruan tinggi akademik sebesar 72%.

"Jadi penyerapan ke tenaga kerja vokasi lebih tinggi dari pada lulusan akademik S1," kata Stella dalam acara Talkshow Pionir Permadani di Grha Sabha Pramana UGM dikutip dari laman UGM, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lulusan Vokasi Cepat Merespon Pasar Kerja

Stella menyebut pendidikan vokasi saat ini sangat berperan dalam merespons kebutuhan industri. Keberadaan mereka menjadi alasan industri dan investor tetap ada.

"Perguruan tinggi vokasi paling utama perannya untuk merespon pasar kerja," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan Stella ini membuktikan bahwa anggaran lulusan pendidikan vokasi sulit diterima kerja tidaklah benar. Ia mengatakan justru lulusan vokasi memiliki andil besar dalam pertumbuhan ekonomi.

"Per hari ini, industri dan pasar membutuhkan tenaga kerja terampil yang siap kerja," tuturnya.

Lulusan Vokasi Berjaya di Negara-negara Besar

Tak cuma di Indonesia, Stella membeberkan contoh penyerapan lulusan vokasi di negara lain, misalnya di Shenzhen Polytechnic University, Tiongkok. Di mana kampus tersebut bekerja sama dengan perusahaan besar seperti BYD dan Huawei.

Peran lulusan vokasi di Shenzhen, Hong Kong, Guangzhou mampu mendongkrak pendapatan hingga 2,15 triliun USD. Angka tersebut lebih besar dari output ekonomi Indonesia yang ada di kisaran 1,55 triliun USD.

"Inilah mengapa saya sebut vokasi kunci masa depan Indonesia," tegas Stella.

Begitu juga di Eropa contohnya Swiss. dan Korea Selatan Lulusan vokasi di negara tersebut meraih gaji bahkan hingga 102.114 Swiss Franc atau Rp2 miliar.

"Karena mereka tahu perekonomian mereka tidak akan bisa maju tanpa vokasinya yang kuat," tutur profesor di Tsinghua University tersebut.

Program dalam Memperkuat Lulusan Vokasi

Peran lulusan vokasi ini kemudian diperkuat oleh Kemdiktisaintek lewat program yang berlandaskan pada tiga pilar yakni industry match curriculum, industry match instructors, dan industry match infrastructure.

Program tersebut salah satunya menggaet kerja sama dengan LiuGong, perusahaan multinasional Tiongkok. Bentuk program tersebut telah memberikan beasiswa dan kesempatan magang kepada mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.



(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads