Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi meluncurkan platform ICE Microcredential ITB. Melalui program ini, mahasiswa hingga masyarakat umum bisa mengikuti program sertifikasi yang berfokus pada kesiapan menghadapi dunia kerja.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof DrIrwanMeilano, ST,MSc, mengatakan, program ini merupakan sebuah sistem untuk meningkatkan kompetensi. Ia melihat tren rekrutmen tenaga kerja saat ini tengah bergerak menuju skill-based hiring. Dalam proses tersebut, perusahaan membutuhkan bukti kompetensi yang jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan, keterampilan yang terverifikasi menjadi semakin penting. Bukti kompetensi digital dalam bentuk digital badges mulai menjadi standar yang dibutuhkan industri," katanya dalam laman ITB dikutip Sabtu (25/7/2026).
ICEMicrocredential ITB melibatkan 10 fakultas dan sekolah dengan lebih dari 50 program. Program tersebut dikelompokkan dalam sejumlah bidang, yakni rekayasa dan industri, teknologi informasi dan bisnis, sains dan teknologi dasar, hingga arsitektur, tata ruang, dan perencanaan.
Asisten Direktur Pelaksana Program Ditpro ITB, Dr Dina Dellyana, SFarm, MAB, menjelaskan ICE Microcredential dikembangkan menggunakan pendekatan market-pull, yaitu mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia kerja.
"Ditpro bergerak dengan pendekatan market-pull. Kita melihat kebutuhan pasar: masyarakat ingin belajar hal spesifik, mendapatkan sertifikat yang diakui, dan memiliki SKS terakumulasi tanpa harus berkomitmen pada kuliah panjang bertahun-tahun," ujarnya.
Program ini diselenggarakan secara modular mulai dari unit pembelajaran berbobot satu SKS. Setelah menyelesaikan pembelajaran dan asesmen, peserta memperoleh sertifikat serta digital badge resmi yang terverifikasi oleh ITB dan berlaku hingga lima tahun.
Informasi mengenai program dan pendaftaran ICE Microcredential ITB dapat diakses melalui laman ice-microcredentials.itb.ac.id.










































