Times Higher Education (THE) merilis kampus terbaik di dunia berdasarkan Sustainability Impact Ratings pada 24 Juni 2026 lalu. Pemeringkatan ini mengukur bagaimana kampus ikut mendukung keberlanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
THE Sustainability Impact Ratings 2026 menilai 1.646 universitas dari 116 negara dan wilayah. Pemeringkatan didasarkan pada skor terbaik dari pemeringkatan keseluruhan dan tiap topik SDGs, yaitu:
SDG 1 - pengentasan kemiskinan
SDG 2 - pengentasan kelaparan
SDG 3 - kesehatan dan kesejahteraan yang baik
SDG 4 - pendidikan berkualitas
SDG 5 - kesetaraan gender
SDG 6 - air bersih dan sanitasi
SDG 7 - energi terjangkau dan bersih
SDG 8 - pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
SDG 9 - industri, inovasi, dan infrastruktur
SDG 10 - pengurangan kesenjangan
SDG 11 - kota dan komunitas berkelanjutan
SDG 12 - konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
SDG 13 - aksi iklim
SDG 14 - kehidupan di bawah air
SDG 15 - kehidupan di darat
SDG 16 - perdamaian, keadilan, dan lembaga yang kuat
SDG 17 - kemitraan untuk tujuan
Universitas dapat mengirimkan sebanyak mungkin data SDGs yang mampu mereka kirim. Setiap topik memiliki serangkaian metrik yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja universitas dalam SDGs tersebut.
Hasilnya, sejumlah kampus di Indonesia berhasil masuk pemeringkatan. Universitas Airlangga menjadi yang terbaik, disusul Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Sementara untuk wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta, sejumlah kampus juga masuk daftar pemeringkatan. Berikut daftarnya.
Daftar 10 Kampus Terbaik Jateng-DIY Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
1. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Peringkat global: 41
Skor total: 93,2
2. Universitas Sebelas Maret (UNS)
Peringkat global: 101-200
Skor total: 82,3-89,2
3. Universitas Diponegoro (Undip)
Peringkat global: 201-300
Skor total: 77,5-82,2
4. Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Peringkat global: 301-400
Skor total: 73,9-77,4
5. Universitas Islam Indonesia (UII)
Peringkat global: 401-600
Skor total: 66,2-73,8
6. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Peringkat global: 401-600
Skor total: 66,2-73,8
7. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Peringkat global: 601-800
Skor total: 60,7-66,1
8. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Peringkat global: 601-800
Skor total: 60,7-66,1
9. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Peringkat global: 601-800
Skor total: 60,7-66,1
10. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Peringkat global: 601-800
Skor total: 60,7-66,1
Perhitungan skor di atas didasarkan pada empat pilar inti evaluasi, yakni:
1. Penelitian: cara paling jelas dan tradisional yang dapat dilakukan universitas untuk membantu mewujudkan SDGs adalah dengan melakukan penelitian tentang topik-topik yang relevan.
2. Pengelolaan: universitas adalah penjaga sumber daya yang signifikan, bukan hanya sumber daya fisik, tetapi juga karyawan, fakultas, dan mahasiswa mereka. Bagaimana mereka bertindak sebagai pengelola adalah salah satu faktor kunci dalam mewujudkan SDGs.
3. Jangkauan: tempat sangat penting dalam pendidikan tinggi, dan pekerjaan yang dilakukan universitas dengan komunitas lokal, regional, nasional, dan internasional adalah cara penting lainnya yang dapat mereka lakukan untuk memajukan keberlanjutan.
4. Pengajaran: pengajaran memainkan peran penting, baik dalam memastikan bahwa ada cukup praktisi terampil untuk mewujudkan SDGs, maupun dalam memastikan bahwa semua alumni membawa pelajaran kunci tentang keberlanjutan ke dalam karier masa depan mereka.
Simak Video "Video: Sneak Peek Perjalanan Peneliti Indonesia Berburu Sampel di Antartika"
(faz/twu)