Peneliti BRIN Ditulis dalam Dugaan Riset Palsu, Nama Dimas Fajar Prasetyo Dicatut

ADVERTISEMENT

Peneliti BRIN Ditulis dalam Dugaan Riset Palsu, Nama Dimas Fajar Prasetyo Dicatut

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 30 Mei 2026 13:00 WIB
ITS dan Peneliti BRIN, Dimas Fajar Prasetyo sampaikan klarifikasi usai namanya dicatut dalam dugaan riset palsu.
Foto: Instagram @its_campus/ITS dan Peneliti BRIN, Dimas Fajar Prasetyo sampaikan klarifikasi usai namanya dicatut dalam dugaan riset palsu.
Jakarta -

Satu per satu nama yang dicatut dalam dugaan riset palsu mulai buka suara. Terbaru, peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Dimas Fajar Prasetyo, mengonfirmasi bahwa namanya dicatut dan tidak terlibat dalam penelitian yang sedang viral.

"Saya mengklarifikasi dan menegaskan bahwa itu BUKAN SAYA dan tidak berkaitan dengan diri saya dalam bentuk apa pun," ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Sabtu (30/5/2026).

Dalam salah satu judul artikel "Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?", terdapat nama peneliti yakni Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, Ayuni Kemala Safira, dan Dimas Fajar Prasetyo. Dalam artikel tersebut, afiliasi Dimas ditulis berasal dari School of Biomedical Engineering, Sepuluh Nopember Institute of Technology, Surabaya, Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak pernah sama sekali membuat penelitian tersebut, terlibat dalam penelitian tersebut, mengikuti kegiatan tersebut, maupun mengetahui dan bekerja sama dengan penulis dalam penelitian tersebut," jelas Dimas.

Ia menjelaskan bahwa di BRIN, bidang kepakarannya adalah Offshore and Marine Systems Engineering. Sebagai akademisi dan peneliti, ia terus berkomitmen untuk memperdalam kepakarannya sesuai bidang yang ditekuni.

ADVERTISEMENT

"Oleh karena itu, sebagaimana diberitakan bahwa nama saya tercantum dalam beberapa penelitian yang sangat berbeda di luar bidang kepakaran saya, hal tersebut jelas tidak sejalan dengan aktivitas akademik maupun profesional yang selama ini saya jalankan," tegasnya.

Tidak Ada School of Biomedical Engineering di ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga memberikan klarifikasi karena institusinya dicatut dalam dugaan riset palsu. ITS menyebut tidak terdapat departemen bernama School of Biomedical Engineering sebagaimana tercantum dalam artikel yang beredar.

"Secara resmi, ITS menggunakan nama Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering dalam konteks nasional maupun internasional," tulis ITS, dikutip dari Instagram @its_campus, Sabtu (30/5/2026).

Kampus juga memastikan Departemen Teknik Biomedik tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Tidak ada keterlibatan Departemen Teknik Biomedik ITS dalam bentuk apa pun pada penelitian tersebut, baik dari dosen, tendik, mahasiswa, maupun fasilitas laboratorium," lanjutnya.

ITS mengonfirmasi bahwa Dimas Fajar Prasetyo memang merupakan alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS. Namun, menurut kampus, yang bersangkutan telah menyampaikan bahwa pencantuman namanya dilakukan tanpa persetujuan.

Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, menegaskan bahwa ITS menjunjung tinggi integritas akademik, etika penelitian, serta kejujuran ilmiah sebagai prinsip utama dalam seluruh kegiatan akademik dan riset.

"ITS turut menghormati klarifikasi, verifikasi, dan investigasi yang dilakukan pihak terkait, serta mendorong kehati-hatian dalam penelusuran informasi agar tidak terjadi penyimpulan yang tidak berdasarkan fakta," tuturnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads