Programnya Dicatut, Erasmus+: Rifaldy Fajar Bukan Penerima Beasiswa Erasmus Mundus

ADVERTISEMENT

Programnya Dicatut, Erasmus+: Rifaldy Fajar Bukan Penerima Beasiswa Erasmus Mundus

fahri zulfikar - detikEdu
Sabtu, 30 Mei 2026 12:00 WIB
Erasmus+ mengungkapkan bukti klarifikasi terkait pencatutan nama dalam dugaan riset palsu oleh Rifalfy Fajar.
Foto: Instagram @erasmusplus.id/Erasmus+ mengungkapkan bukti klarifikasi terkait pencatutan nama dalam dugaan riset palsu oleh Rifalfy Fajar.
Jakarta -

Program beasiswa Erasmus Mundus turut dicatut dalam dugaan riset palsu yang melibatkan Rifaldy Fajar. Terbaru, pihak Erasmus+ mengklarifikasi bahwa nama Rifaldy Fajar tidak ditemukan sebagai Erasmus Mundus Joint Master (EMJM).

Sebelumnya, dalam salah satu tampilan konferensinya yang viral, Rifaldy menunjukkan afiliasinya sebagai program Erasmus Mundus InterMaths 2021-2023. Rifaldy Fajar juga terdaftar sebagai peserta di konferensi Institut Max Planck menggunakan afiliasi InterMaths.

Untuk menelusuri isu yang terjadi, Erasmus+ melakukan proses klarifikasi independen terhadap program yang dicatut oleh Rifaldy dan pengawas akademik terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan yang diterima, Erasmus+ menemukan bahwa Rifaldy Fajar terlibat secara akademik dalam jaringan InterMaths dan mengerjakan tesis MSc di bawah pengawasan akademik. Namun, ia tidak menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dari program EMJM InterMaths dan tidak melanjutkan ke sidang tesis.

"Catatan yang tersedia juga menunjukkan bahwa dukungan studi yang ia terima bukanlah beasiswa Erasmus Mundus Joint Master (EMJM)," tulis akun Instagram @erasmusplus.id, Jumat (29/5/2026), dikutip Sabtu (30/5/2026).

ADVERTISEMENT

Bukan Erasmus Mundus, Rifaldy Fajar Menerima Hibah Dukungan Studi

Menurut catatan dari Erasmus+, Rifaldy menerima hibah dukungan studi Erasmus+ dengan total sekitar EUR 14.854 (sekitar EUR 500-700 per bulan antara tahun 2021 dan 2023).

"Jadi, hibah ini bukanlah beasiswa Erasmus Mundus," jelas Erasmus+.

Menurut keterangan yang diterima Erasmus+, Rifaldy terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas L'Aquila, Italia, dan Universitas Karlstad, Swedia, di bawah program MSc Internasional RealMaths, bagian dari jaringan InterMaths. Pengawas akademik juga membenarkan bahwa Rifaldy mengerjakan tesis MSc berjudul "Comparison of Extended Kalman Filter and Particle Filter Algorithms on Stochastic Epidemiological Models.". Namun, Rifaldy tidak membela tesis tersebut karena dia belum berhasil menyelesaikan semua mata kuliah yang diperlukan untuk program EMJM InterMaths.

Dalam keterangannya, Erasmus+ menegaskan tidak menoleransi kecurangan, plagiarisme, fabrikasi penelitian, manipulasi data atau hasil, salah representasi afiliasi akademik, atau bentuk pelanggaran akademik lainnya.

"Kami tidak menoleransi kecurangan, plagiarisme, fabrikasi penelitian, manipulasi data atau hasil, salah representasi afiliasi akademik, atau bentuk pelanggaran akademik lainnya dalam kegiatan akademik dan penelitian," tulisnya.

"Pernyataan ini dikeluarkan semata-mata untuk tujuan klarifikasi dan demi kepentingan menjaga informasi publik yang akurat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Erasmus+ merupakan program pendanaan dari Uni Eropa yang bergengsi, termasuk dalam bentuk beasiswa kuliah, riset, pertukaran pelajar, hingga magang.

Dugaan Riset Palsu dan Pencatutan Tanpa Izin

Sebelumnya, Rifaldy Fajar tengah menjadi pembahasan usai terseret dalam kasus dugaan pemalsuan riset pada konferensi internasional di luar negeri. Namanya terseret bersama Prihantini, Sahnaz Vivinda Putri, hingga Rini Winarti.

Sejumlah nama tersebut diduga memalsukan riset (abstrak jurnal) dan mencatut beberapa nama serta afiliasi lembaga seperti universitas. Beberapa universitas atau lembaga yang ditulis sebagai afiliasi dalam dugaan riset palsu Rifaldy dkk., antara lain Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), Universitas Internasional Semen Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga LPDP.




(faz/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads