Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya) melakukan klarifikasi atas pencatutan nama lembaga dalam kasus dugaan riset palsu sekelompok warga negara Indonesia. Setidaknya diketahui terdapat beberapa judul 'riset' yang memuat nama Teknik Biomedik ITS.
Berdasarkan arsip yang dibagikan oleh mahasiswa Indonesia yang membongkar kasus ini, Wa Ode Dwi Daningrat, beberapa judul riset yang menyematkan nama Departemen Teknik Biomedik ITS dalam kasus dugaan riset palsu ini adalah:
- "AI-Fused Satelite Climate, Urban Heat and PCV Uptake to Prioritise Pneumococcal Booster Strategies for Frail Older Adults in LMIC Megacities" dengan penulis: Dimas Fajar Prasetyo, Hardina Putri, Riana Dwi Kurniawati, Aminatus Saadah, Rani Sulvianuri.
- "Household 'Super-Caregivers' as Silent Connectors Pneumococcal Carriage Between Young Children and Frail Grandparents in Multigenerational Family Compounds in Low-income Urban Neighbourhoods" dengan nama penulis: Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, Ayuni Kemala Safira, Dimas Fajar Prasetyo.
- "Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?" dengan penulis Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, Ayuni Kemala Safira, Dimas Fajar Prasetyo.
- "Global Genomic Patterns of Pneumococcal Muultidrug Resistance: Forecasting High-Risk Lineage Using Public Surveillance Data to Transport Empirical Treatment and Vaccine Strategies in LMIC Settings" dengan penulis: Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, Ayuni Kemala Safira, Dimas Fajar Prasetyo.
- "Do Laws Protect Frail Older Adults' Accesss to Pneumococcal Vaccination in LMICS or Widen Equity Gaps? Systematic Analysis of Legal Statutes, Coverage Policies and Rights" dengan penulis: Riana Dwi Kurniawati, Daffa Pramuadi, Aminatus Saadah, Rani Sulvianuri, Dimas Fajar Prasetyo.
- "High Altitude Indigenous Children, Pneumococcal Carriage Patterns and Mucosal Antibodies Shaping Invasive Disease Risk in Remote Poor Mountain Communities Accross, Asia, Africa, and Latoin America Regions" dengan penulis: Dimas Fajar Prasetyo, Hardina Putri, Riana Dwi Kurniawati, Aminatus Saadah, Rani Sulvianuri.
- "PCV20 or More Oxygen Cylinders? Cost-effectiveness of Next-generation Pneumococcal Vaccination Versus Hospital Capacity Expansion in High-burden LMICS" dengan penulis Riana Dwi Kurniawati, Daffa Pramuadi, Dimas Fajar Prasetyo, Aminatus Saadah, Rani Sulvianuri.
- "Household Microbiome Patterns in Overcrowded Slums and Recurrent Pneumococcal Pneumonia in Severely Malnourished Children: A Sibling-pair Metagenomic Study from Urban Settlements in Asia and Africa" dengan penulis Dimas Fajar Prasetyo, Hardina Putri, Riana Dwi Kurniawati, Aminatus Saadah, Rani Sulvianuri.
- "Urban Heat Islands and Ageing Lung Vulnerability: Mapping Pneumococcal, Pneumonia Risk and Climate-Exposed Older Adult Hotspots in LMIC Megacities" dengan penulis Riana Dwi Kurniawati, Dimas Fajar Prasetyo, Daffa Pramuadi, Aminatus Saadah, Mariani Mariani.
- "Refugee and Displaced Elders Facing Wnter Viral Pneumococcal Syndemics: Camp Co-infection Screening, Vaccination Gaps, and Surge Preparednessin Humanitarian Settings Across the Middle East and Africa" dengan penulis: Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, Ayuni Kemala Safira, Dimas Fajar Prasetyo.
- "Nightime Incense Smoke, Oe-room Housing and Biofilm-forming Pneumococci: Utangling a Neglected Airway Risk for Severe Pneumonia in Young Children in Resource -limited Communities Across Asia-Africa" dengan penulis Riana Dwi Kurniawati, Daffa Pramuadi, Rani Sulvianuri, Dimas Fajar Prasetyo.
- "Low-input Clinical and Social Risk Score to Identify High-risk Children and Older Adults for Severe Pneumococcal Pneumonia in Resource-limited Settings" dengan penulis: Dimas Fajar Prasetyo, Hardina Putri, Riana Dwi Kurniawati, Aminatus Saadah, Rani Sulvianuri.
Dalam judul-judul di atas, nama Departemen Teknik Biomedis ITS tertulis sebagai School of Biomedical Engineering, Sepuluh Nopember Institute of Technology.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isi Klarifikasi ITS
Melalui Instagram resmi, Teknik Biomedis ITS menyampaikan:
Saat ini tengah beredar berita yang mencoreng integritas penelitian, khususnya dalam publikasi konferensi ilmiah.
Terlebih lagi Departemen Teknik Biomedik ITS disebut sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait salah satu publikasi, perlu kami sampaikan bahwa:
1. Individu yang bersangkutan bukan merupakan civitas akademik Departemen Teknik Biomedik ITS.
2. Perbedaan penyebutan seperti "School of Biomedical Engineering" tidak merujuk pada Department of Biomedical Engineering ITS.
3. Departemen Teknik Biomedik ITS berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan etika dalam penelitian.
Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Terima kasih.
Kami menegaskan bahwa Departemen Teknik Biomedik ITS selalu mengutamakan integritas serta menjauhi segala bentuk tindakan yang tidak sesuai dengan etika akademik.
Tetap bijak dalam menyikapi informasi dan jangan lupa untuk selalu memvalidasi berita yang diteruma agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.
Penyamaran Prihantini Menjadi Dimas Fajar Prasetyo
Wa Ode Dwi Daningrat, mahasiswa S3 asal Indonesia di Oxford University membongkar kasus ini bermula dari International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Disease (ISPPD) di Copenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026 lalu. Ia mengungkapnya melalui Instagram.
Dalam salah satu sesi ISPPD yang dijadwalkan dengan nama Riana Dwi Kurniawati dengan judul riset "Urban Heat Islands and Ageing Lung Vulnerability: Mapping Pneumococcal Pneumonia Risk and Climate-Exposed Older Adult Hotspots in LMIC Megacities", seorang perempuan disebut tampil membawakan materi dan memperkenalkan diri menggunakan nama tersebut.
Akan tetapi, 10 menit kemudian pada sesi berbeda, perempuan tersebut berganti jilbab dan mengenakan identitas atas nama Dimas Fajar Prasetyo untuk penelitian yang berjudul "AI-Fused Satellite Climate, Urban Heat and PCV Uptake to Prioritise Pneumococcal Booster Strategies for Frail Older Adults in LMIC Megacities". Dwi menceritakan, perempuan tersebut memperkenalkan diri dengan nama Dimas.
Dwi melakukan penelusuran dan menemukan pemateri tersebut ternyata bukan bernama Riana, tetapi Prihantini. Akan tetapi, Prihantini tidak ada dalam daftar penulis di penelitian-penelitian yang ia presentasikan.
(nah/twu)











































