UNY dan UMB Mengaku Dicatut Dugaan Riset Palsu di Konferensi Dunia

ADVERTISEMENT

UNY dan UMB Mengaku Dicatut Dugaan Riset Palsu di Konferensi Dunia

Nograhany Widhi Koesumawardani, fahri zulfikar - detikEdu
Kamis, 28 Mei 2026 18:34 WIB
Momen saat Prihantini mempresentasikan riset di International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Disease (ISPPD) di Copenhagen, Denmark, 18 Mei 2026 lalu
Foto: Dok. WO Dwi Daningrat
Jakarta -

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) mengaku dicatut terkait dugaan riset palsu di konferensi dunia International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISSPD) di Kopenhagen, Denmark. Ini beberapa data di riset yang mereka bantah.

Dalam satu abstrak jurnal, Rifaldy Fajar, Prihantini dkk menyertakan beberapa nama dan afiliasi universitas. Misal, dalam salah satu judul abstrak "Transforming Liver Transplant Outcome Prediction: An Innovative Machine Learning Approach for Improved Graft Survival Assessment" yang diunggah dalam Journal of Clinical and Experimental Hepatology. Abstrak ilmiah itu memuat nama Rifaldy Fajar, Syahnaz Vivi Putry dan Ufi Elfiany dengan afilasi tunggal yang tertulis Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University, Indonesia.

Jurnal riset palsuJurnal riset palsu Foto: (Tangkapan layar via WO Dwi Daningrat)

Atas afiliasi ini, UNY membantah bahwa tidak ada Departemen Bedah Transplantasi Hati, Laboratorium Kedokteran dan Biologi Komputasi di UNY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya kemarin nggih dikirimi niku, Mas Rifaldy merupakan afiliasinya itu Departemen Transplantasi Hati UNY. Lha kulo rak yo langsung ra percaya wong kulo WR (Wakil Rektor) yo ora nduwe departemen itu, ora nduwe. (Misalnya kemarin ya dikirimi itu (riset yang viral), Mas Rifaldi merupakan afiliasinya itu Departemen Transplantasi Hati UNY. Itu kan langsung tidak percaya, orang saya WR juga tahu (UNY) nggak punya departemen itu, nggak ada (itu))," ujar Wakil Rektor UNY bidang Akademik Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, MPd, PhD saat dikonfirmasi detikEdu, Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Namun demikian UNY akan tetap menghormati hak Rifaldy saat klarifikasi sampai jelas. Sejauh ini, belum ada respons berarti yang diterima UNY saat mencoba mengontak 3 orang terduga alumninya yakni Rini Winarti, Rifaldy Fajar dan Prihantini.

"Kita kan tetap menghormati dengan klarifikasi Mas Rifaldy (nanti), tapi di situ dia juga tidak menyantumkan bener alumni UNY (atau bukan), itu tidak mencantumkan. Hanya dia mohon maaf sudah menggunakan bendera universitas-universitas ini," jelas Nur Hidayanto.

Satu nama lagi yang sering tercantum dalam akun Google Scholar Rifaldy Fajar, yakni Elfiany Syafruddin. Dituliskan afiliasi Elfiany adalah Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), Sulawesi Selatan. UMB sore ini mengeluarkan rilis membantah afiliasi Elfiany.

Rilis UMB atas kasus dugaan riset palsuRilis UMB atas kasus dugaan riset palsu Foto: (Dokumentasi Universitas Muhammadiyah Bulukumba)

Dalam rilis yang diteken Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB Ilmar Andi Achmad menyatakan bahwa Elfiany Syafruddin adalah alumni UMB, masuk dengan status sebagai mahasiswa pindahan pada Program Studi Bahasa Indonesia saat UMB masih bernama STKIP Muhammadiyah Bulukumba.

"Berdasarkan pangkalan data akademik kami, status terakhir yang bersangkutan adalah Lulus pada Semester Genap Tahun Akademik 2010/2011," jelas Ilmar dalam akun Instagram resmi UMB, LPPM UMB dan Ilmar Andi Achmad yang dirilis Kamis (28/5/2026).

"Saat ini, Saudari Elfiany Syafruddin BUKAN merupakan dosen, staf peneliti maupun mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Statusnya murni hanya sebagai alumni," tegas dia.

Dalam etika publikasi ilmiah, imbuhnya, seorang alumni tidak dibenarkan mencatut atau menggunakan nama almamaternya sebagai afiliasi institusi pada karya tulis akademik, kecuali yang bersangkutan sedang berstatus sebagai mahasiswa aktif atau staf resmi di kampus tersebut.

"Tindakan pencatutan ini adalah pemalsuan identitas akademik yang merugikan institusi kami," tegas dia.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads