Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia menyebut sekitar 75% mahasiswanya menerima bantuan pendidikan. Ia mencontohkan, melalui program Sahabat UGM, ada belasan ribu mahasiswa terjangkau bantuan.
"Pada 2025 sebagai contoh, Sahabat UGM berhasil menjangkau 19.232 penerima manfaat," jelasnya dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center pada Jumat (22/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan di pertengahan tahun 2026 ini, 11.380 penerima manfaat," imbuhnya.
Pendidikan Tinggi Penggerak Ekonomi Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Ova juga menyinggung soal literasi keuangan. Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar memahami tabungan, investasi, kredit, atau asuransi misalnya.
Ia menegaskan pemahaman risiko atas suatu akses keuangan juga penting. Pasalnya, dengan perkembangan digital saat ini, risiko keuangan juga meningkat.
"Di universitas banyak kejadian-kejadian mahasiswa, adik-adik terjebak dalam situasi yang menyulitkan," ungkapnya.
Ia berharap mahasiswa dan pelajar tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tapi juga bisa menjadi inovator wirausaha.
Menurutnya Yogyakarta sendiri telah menjadi hub ekonomi, kreatif, dan digital. Sementara, pendidikan tinggi di Jogja, ia menilai, merupakan tulang punggung penggerak ekonomi lokal.
Di sisi internal universitas, Ova menyebut, kampus juga mengadakan seminar atau workshop literasi keuangan bagi para sivitas akademika mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga dosen. Literasi keuangan di UGM dilakukan dengan kerja sama berbagai mitra.
(nwk/nwk)











































