Dunia pendidikan tinggi Inggris baru-baru ini diguncang kabar mega-merger. King's College London (KCL/King's) dan Cranfield University resmi mengumumkan kesepakatan untuk bersatu pada Agustus 2027 mendatang.
Diketahui, KCL merupakan universitas Inggris yang memiliki cabang di Indonesia. Kampus internasional KCL di Indonesia berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, Jawa Timur.
Dikutip dari laman KCL, kesepakatan merger merupakan langkah strategis King's untuk menyerap keahlian dan fasilitas Cranfield pada bidang riset manufaktur canggih, bioenergi terbarukan, keamanan air, dan kedirgantaraan.
Lebih lanjut, merger ini dinilai sebagai solusi cerdas atas masalah keterbatasan lahan di London. Dengan integrasi ini, King's akan mewarisi fasilitas kelas dunia milik Cranfield, termasuk bandara operasional sendiri dan pusat dekarbonisasi penerbangan nasional.
Langkah kedua perguruan tinggi ini disebut-sebut akan mendongkrak peringkat internasional kedua kampus serta menciptakan 'mesin' pembaruan nasional Inggris di bidang sains dan inovasi.
Penguatan Teknologi-Jalan ke Industri
Selama ini, King's dikenal kuat di bidang kedokteran, sains, hukum, dan humaniora, tetapi belum memiliki sejumlah fasilitas rekayasa (engineering) skala besar seperti yang dimiliki Cranfield. Di sisi lain, Cranfield adalah kampus pascasarjana yang di antaranya kuat dalam industri penerbangan dan pertahanan.
Profesor Shitij Kapur, Vice-Chancellor dan President of KCL, menilai kolaborasi ini memperluas peluang untuk pembelajaran interdisipliner, kolaborasi, dan paparan terhadap industri.
"Membantu mempersiapkan mahasiswa kami untuk berbagai macam karier dan memungkinkan kami untuk berkontribusi lebih kuat lagi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat dan dunia yang lebih luas," tuturnya.
Bukan Efisiensi, Tapi Ekspansi
Meski banyak yang menduga merger ini dipicu oleh krisis finansial yang melanda 40% universitas di Inggris, pimpinan kedua kampus menegaskan bahwa motif utamanya adalah pertumbuhan. Dilansir dari BBC, King's dan Cranfield mengklaim tidak ada rencana pengurangan staf (PHK) dalam agenda ini.
"Kami tidak memperkirakan akan ada pengurangan pekerjaan, merger ini tidak didasarkan pada pengurangan jumlah staf, jadi orang-orang harusnya merasa aman soal itu," kata Prof Dame Karen Holford, Chief Executive dan Vice-Chancellor of Cranfield University, dikutip dari BBC.
Ia menambahkan, rencana lima tahun mereka justru memproyeksikan penambahan jumlah karyawan seiring dengan pertumbuhan institusi.
Bagaimana Nasib Mahasiswa?
Pasca-merger, nama "Cranfield University" sebagai institusi independen akan dihapus. Namun, mereknya akan tetap dipertahankan sebagai bagian dari struktur King's.
Dikutip dari FAQ merger ini, mahasiswa King's saat ini tidak akan dipaksa pindah lokasi belajar ke Bedfordshire, lokasi Cranfield. Mereka akan mendapatkan akses opsional ke fasilitas langka yang tidak dimiliki kampus London.
Bagi sejumlah mahasiswa Cranfield, bergabung dengan universitas komprehensif seperti King's dipandang membuka peluang riset dan komunitas ilmiah lintas disiplin yang lebih luas. Zahra Karimi, Presiden Riset dan Pendidikan di Cranfield Student Association, mengungkapkan antusiasmenya.
"Sejujurnya, kami sempat mengira universitas ini akan menjadi semakin kecil. Namun sekarang kami sangat senang karena akan bergabung dengan universitas yang lebih besar," ujarnya, dikutip dari BBC.
"Budaya riset sangat kuat di Cranfield, dan kami punya kolaborasi kuat dengan industri dan pemerintah. Jadi, saya pikir, ini akan menguntungkan bagi kedua universitas," tuturnya.
Menuju Merger 2027
Proses menuju Agustus 2027 masih panjang, melibatkan uji tuntas (due diligence) hukum dan regulasi dari Office for Students (OfS).
Jika berjalan mulus, hasil merger ini dinilai akan memiliki profil akademik yang sangat tajam di bidang kedaulatan nasional, ketahanan energi, dan manufaktur tingkat tinggi.
Langkah ini juga menjadi sinyal bagi sektor pendidikan global bahwa kolaborasi strategis antarinstitusi spesialis dan generalis adalah kunci untuk menjawab tantangan industri masa depan.
Simak Video "Video: Cagar Budaya Terus Bertambah, Gimana Skema Anggaran Pengelolaannya?"
(rhr/twu)