Eksposur lingkungan internasional menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Terlebih, universitas dengan jumlah mahasiswa internasional yang tinggi dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam dan global. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan berbagai budaya, memperluas jaringan internasional, hingga meningkatkan kesiapan karier di tingkat global.
Laporan terbaru dari Times Higher Education melalui pemeringkatan Most International Universities in the World 2026 menunjukkan kampus di Hong Kong, Inggris, Swiss, hingga Singapura mendominasi daftar universitas paling global tahun ini.
Menariknya, tiga posisi teratas tahun 2026 ditempati oleh universitas di Hong Kong. Hal ini menunjukkan kawasan Asia semakin menjadi pusat pendidikan internasional dengan komunitas mahasiswa lintas negara yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metodologi Penilaian Kampus Paling Internasional
Pemeringkatan universitas paling global versi THE 2026 menggunakan empat indikator utama dengan bobot yang sama, yaitu:
- β 25% proporsi mahasiswa internasional
- 25% proporsi staf internasional
- β 25% kolaborasi riset internasional
- β 25% reputasi internasional
Reputasi internasional diukur melalui Academic Reputation Survey yang melibatkan akademisi global untuk menilai universitas terbaik di bidang pengajaran dan penelitian. Hanya kampus yang memperoleh minimal 400 suara yang masuk dalam daftar ini.
Selain itu, universitas juga harus memperoleh minimal 200 suara domestik atau 10% suara dari negara asal agar memenuhi syarat pemeringkatan.
25 Universitas Paling Internasional di Dunia 2026
Berdasarkan pemeringkatan THE 2026, berikut 10 universitas paling global di dunia:
1.β β City University of Hong Kong (Hong Kong)
2.β β The Hong Kong University of Science and Technology (Hong Kong)
3.β β University of Hong Kong (Hong Kong)
4.β β Imperial College London (Inggris)
5.β β Abu Dhabi University (Uni Emirat Arab)
6.β β University of Oxford (Inggris)
7.β β University of Cambridge (Inggris)
8.β β ETH Zurich (Swiss)
9.β β Γcole Polytechnique FΓ©dΓ©rale de Lausanne (Swiss)
10.β β Nanyang Technological University (Singapura)
11. King's College London (Inggris)
12.β β National University of Singapore (Singapura)
13.β β University College London (Inggris)
14.β β The Chinese University of Hong Kong (Hong Kong)
15.β β University of Vienna (Austria)
16.β β London School of Economics and Political Science (Inggris)
17.β β University of Geneva (Swiss)
18.β β Delft University of Technology (Belanda)
19.β β University of Edinburgh (Inggris)
20.β β Wageningen University & Research (Belanda)
21.β β University of Amsterdam (Belanda)
22.β β Australian National University (Australia)
23.β β University of Manchester (Inggris)
24.β β Trinity College Dublin (Irlandia)
25.β β KTH Royal Institute of Technology (Swedia).
THE mencatat bahwa universitas-universitas ini memiliki komunitas mahasiswa dari berbagai negara, jumlah staf internasional yang tinggi, serta kolaborasi riset global yang kuat.
Selain itu, keberagaman mahasiswa juga dinilai meningkatkan pengalaman belajar. Penelitian menunjukkan lingkungan kampus yang multinasional membantu mahasiswa lebih siap menjadi warga global dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.
Bagi detikers yang ingin kuliah di luar negeri dengan suasana internasional, daftar ini bisa menjadi referensi awal dalam menentukan kampus tujuan.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.
(nah/nah)











































