Rektor Jelaskan Proses Buka-Tutup Prodi di UI: Aspirasi Bottom Up Bukan Top Down

ADVERTISEMENT

Rektor Jelaskan Proses Buka-Tutup Prodi di UI: Aspirasi Bottom Up Bukan Top Down

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikEdu
Selasa, 05 Mei 2026 08:00 WIB
Rektor UI Prof Heri Hermansyah
Foto: (Abdur Rahman Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah menegaskan belum pernah ada penutupan program studi (prodi) selama sejarah UI berdiri. Namun Heri menegaskan proses membuka atau menutup prodi itu aspirasi dari bawah, bukan perintah dari atas.

Heri menjelaskan proses buka-tutup prodi di UI, termasuk perubahan nama prodi menanggapi wacana penataan prodi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di kantornya, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (4/5/2026), ditulis Selasa (5/5/2026).

"Sekali lagi, perubahan nama itu bukan top-down (perintah dari atas ke bawah). Itu bottom-up (aspirasi dari bawah ke atas). Jadi dari Prodi yang kemudian mengusulkan bahwa program studi ini sudah saatnya berubah namanya dari A menjadi B karena dengan berbagai alasan yang hasil kajian, di-reviewlah oleh fakultas, senat, oke, ya kita kemudian minta perubahan nomenklatur, bisa seperti itu," ujar Heri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada juga kasus perubahan nomenklatur sederhana dari 'teknologi' jadi 'teknik'

ADVERTISEMENT

"Tapi kalau yang, apa tadi ya, ditutup sih jarang-jarang ada, kecuali tadi, saya belum pernah mendengar ya. Tapi kalau perubahan nama ada," jelas Heri.

Heri lantas mencontohkan kasus perubahan nomenklatur prodi di Fakultas Teknik (FT). Mantan Dekan FT UI ini mengatakan dulu FT UI memiliki prodi Teknik Gas dan Petrokimia. Prodi ini didirikan sekitar tahun 1985 dan kemudian wacana perubahan nama prodi mulai tahun 1996.

"Di tahun 96 udah mulai ada wacana, nah ini kayaknya ini akan berkembang industrinya. Mungkin Teknik Petrokimia nanti di masa depan ini terlalu sempit, industrinya akan lebih lebar. Ini udah saatnya diganti menjadi Teknik Kimia," ujar Heri.

Wacana perubahan nama prodi itu, imbuh Heri, biasanya menimbulkan pro-kontra. Nah pro-kontra inilah yang kemudian dijadikan kajian.

"Sampai kemudian, apa, nama ini officially berubah misal di 2006. Jadi nggak serta-merta. Nah, ini pun dikaitkan dengan tadi misal dosenya, kompetensinya, mahasiswanya, supporting ekosistem untuk laboratoriumnya, kan gitu," urai Heri.

Bagaimana Prodi Baru di UI Diadakan?

Lantas bagaimana UI memutuskan untuk mengembangkan dan mendirikan suatu prodi baru? Membangun keilmuan di hulu dulu atau melihat prospek di hilirnya?

"Nah, biasanya tadi, ini bisa datang dari internal dan juga bisa datang dari eksternal. Jadi di dalam program studi itu, itu tidak hanya, jadi misalnya kurikulum ya, kurikulum itu secara periodik, itu kampus meminta para pemangku kepentingannya untuk memberikan masukan," jawab Heri merespons pertanyaan detikEdu.

Pemangku kepentingan ini, urai Heri, ada pemerintah, alumni hingga pengguna yang akan menggunakan lulusan prodi ini.

"Pengguna ini yang nanti akan menggunakan lulusan kita. Dari dunia usaha, dari dunia industri, baik pemerintah, BUMN, ataupun sektor swasta. Itu kita undang. Untuk kemudian program studi pada saat melakukan perubahan kurikulum meminta masukan kepada mereka. Nah kemudian duduk bareng di situ, oh mungkin perlu tambah ini, oh mata pelajaran ini udah nggak relevan. Nah itu, kurikulum aja kita lakukan ada proses feedback dari para pemangku kepentingan kita. Nah itu kan untuk hal yang kurikulumnya. Nah bisa saja nanti tuh ada masukan, oh ini dengan ini perlu membuat program studi A, B, C," jelas Heri.

Heri lantas mencontohkan Ilmu Komputer. Dulu hanya Fakultas Ilmu Komputer. Kemudian dirasa 'Fakultas Ilmu Komputer' terlalu luas dan sapu jagad maka dibuatlah prodi spesifik Sistem Informasi. Perkembangan terupdate, kini bahkan UI baru membuka prodi baru untuk Artificial Intelligence (AI).

"Program Studi bikin lagi AI, gitu seperti itu. Nah, ini perkembangan inilah yang kemudian, yang lama tetap ada, Ilmu Komputer tetap ada, Sistem Informasi tetap ada, kemudian AI juga sekarang ada. Karena ini perkembangan yang kemudian tidak bisa terwadahi oleh satu prodi saja. Perlu kemudian ada prodi yang spesifik, yang dulunya mungkin peminatan. Dan peminatan ini sekarang sudah menjadi demand-nya sudah sangat besar. Maka kemudian kalau demand-nyaa besar, ibaratnya sudah saatnya disapih untuk menjadi satu prodi sendiri yang kemudian bisa bergerak dan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang lebih sesuai dibanding hanya sekedar peminatan," jelas mantan Dekan Fakultas Teknik UI ini.

Aturan Penutupan Prodi di UI

Dilansir dari laman Direktorat Pendidikan UI, sudah ada Prosedur Operasi Baku (POB) untuk Penutupan Prodi. POB ini berlaku untuk semua usulan penutupan prodi di lingkungan UI.

Prosedur ini mencakup proses pengajuan usulan dari Fakultas/Sekolah/Program Pendidikan Vokasi, penelaahan oleh Direktorat Pendidikan, pemberian rekomendasi kepada Rektor, pembahasan dan pertimbangan oleh Senat Akademik Universitas (SAU), penerbitan Surat Keputusan (SK) Rektor tentang penutupan Program Studi, pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) sampai dengan pembaruan data di SIAK-NG.

Ketentuan penutupan prodi di UI sesuai POB Penutupan Prodi yakni:

  1. Pengajuan usulan penutupan Program Studi harus dilakukan oleh pimpinan Fakultas/Sekolah/Program Pendidikan Vokasi.
  2. Dalam hal usulan penutupan Program Studi disebabkan oleh kondisi khusus, unit kerja yang menyelenggarakan urusan di bidang Penjaminan Mutu Akademik menyampaikan rekomendasi tertulis kepada Rektor (diatur secara terpisah).
  3. Prosedur ini dibuat untuk mengatur mekanisme usulan penutupan Program Studi hingga pelaporan kepada PDDikti.
  4. Segala bentuk dokumen atau lembar keluaran prosedur ini disimpan dan dipelihara sebagai bukti rekaman pelakasanaan POB.
  5. Pengajuan usulan penutupan Program Studi harus memenuhi kelengkapan administrasi sesuai dengan Peraturan Senat Akademik Universitas Indonesia Nomor 001/Peraturan/SA-UI/2020.


(nwk/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads