Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Minta Maaf Soal Lagu Erika yang Bernuansa Vulgar

ADVERTISEMENT

Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Minta Maaf Soal Lagu Erika yang Bernuansa Vulgar

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 15 Apr 2026 19:00 WIB
Gedung kampus ITB Ganesa.
Gedung kampus ITB Ganesa. (Foto: Dok ITB)
Jakarta -

Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta maaf atas lagu Erika yang pernah dibawakan oleh himpunan tersebut. Diketahui, lagu ini memuat unsur pelecehan seksual terhadap perempuan.

Lagu Erika viral setelah sebuah video yang menampilkan Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang ITB membawakan lagu tersebut. Dalam laman resmi ITB, Himpunan Mahasiswa Tambang menyampaikanpermintanmaafnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis himpunan tersebut Rabu (15/4/2026).

Pihak himpunan mengakui jika konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai dalam lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. Himpunan Mahasiswa Tambang ITB menyatakan pihaknya tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun.

ADVERTISEMENT

Terkait video yang beredar di masyarakat, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB telah meminta pihak-pihak terkait untuk menghapus unggahan tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmiHMT-ITB serta penghapusan dariakun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB juga telah melakukan evaluasi internal terhadap konten, pelaksanaan, dan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa.

ITB Tindak Tegas

Menanggapi kejadian ini, ITB berkomitmen dalam mensosialisasikan etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa melalui pesan singkat oleh Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB. Kampanye ini berfokus pada sikap sopan, hormat, tanggung jawab, dan kedewasaan mahasiswa dalam berpenampilan dan berkomunikasi di lingkungan akademik.

Kemudian dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, ITB juga telah menetapkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK). Satgas ini bertugas memperkuat sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus.

"Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan," ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr N Nurlaela Arief.




(nir/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads