UNPAR Gandeng Startup Rekosistem untuk Kelola Sampah Elektronik

UNPAR Gandeng Startup Rekosistem untuk Kelola Sampah Elektronik

Sponsored - detikEdu
Selasa, 06 Des 2022 13:05 WIB
UNPAR
Foto: UNPAR
Jakarta -

Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan startup manajemen nol sampah (zero waste management) yang menyediakan wadah pengumpulan sampah elektronik yang dinamai Kubika Nawasena. Dengan ini, UNPAR menjadi universitas pertama di Bandung yang berkolaborasi dengan Rekosistem dalam hal electronic waste campaign.

Rekosistem bertujuan untuk menerapkan ekosistem berkelanjutan melalui jasa pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang sampah. Kubika Nawasena diluncurkan dalam kegiatan MENEFESTO Electronic Waste Campaign Launch (Metrocam), pada Jumat (2/12) lalu yang menjadi salah satu rangkaian dari MENEFESTO.

MENEFESTO adalah sebuah festival tahunan yang digagas Program Studi Manajemen UNPAR dan telah berlangsung sejak 2008 lalu. MENEFESTO 2022 mengangkat tema 'Future Earth Representative: Think Sustainable, Act Responsible'. Tema Ini mengajak masyarakat luas, baik nasional maupun internasional untuk menjadi representatifyang membawa perubahan bagi bumi di masa depan, yaitu dengan menerapkan Sustainable Development Goals (SDG) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Sampah elektronik yang dikumpulkan di Kubika Nawasena nantinya akan dibawa oleh Rekosistem untuk didaur ulang. Sampah elektronik yang dikumpulkan berupa kabel yang tidak terpakai, bola lampu, speaker, earphone, laptop, komputer, TV dan lain sebagainya.

Vice President Operations Rekosistem, Yohannes David Arieanto mengatakan volume sampah akan berbanding lurus dengan jumlah populasi manusia. Pada tahun 2021, lanjut dia, tercatat sebanyak 2 juta sampah elektronik ditimbun di TPA. Sampah elektronik tersebut akan membahayakan jika tidak dikelola dengan baik.

"Kurang lebih pada tahun 2021 sebanyak 2 juta sampai elektronik itu ditimbun di TPA dan tidak dikelola sebagaimana mestinya sehingga mengakibatkan tercemarnya lingkungan. Di dalam sampah elektronik itu ada berbagai macam kandungan yang jika tidak dikelola dapat membahayakan kita," ujar Yohannes dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2022).

Rektor UNPAR Mangadar Situmorang Ph.D menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mangadar mengatakan bahwa gerakan electronic food waste ini sejalan dengan visi UNPAR yaitu menjaga keutuhan alam semesta.

"Tema utama MENEFESTO 2022 pada rangkaian kegiatan tahun ini terkait dengan elektronik dan juga bagian dari keprihatinan kepedulian kita tentang pentingnya lingkungan hidup. Ini sejalan dengan salah satu frasa di Visi UNPAR, menjaga keutuhan alam semesta," tutur Mangadar.

Ia juga mengapresiasi inisiatif penyediaan tempat pengumpulan sampah elektronik melalui event MENEFESTO 2022. Kubika Nawasena menjadi gerakan nyata UNPAR meningkatkan awareness publik mengenai electronic waste.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Dudy Prayudi berharap inisiatif Prodi Manajemen UNPAR ini menjadi contoh nyata bagi masyarakat Bandung agar turut andil dalam pengelolaan sampah elektronik secara baik dan benar. Mengingat betapa bahayanya sampah elektronik bagi lingkungan dan kesehatan manusia jika dibiarkan tertimbun dan tidak dikelola sebagaimana mestinya.

(Content Promotion/UNPAR)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia