Ramai soal Kebocoran Data, Ini Jurusan Kuliah tentang Cyber Security

Ramai soal Kebocoran Data, Ini Jurusan Kuliah tentang Cyber Security

Rahma Harbani - detikEdu
Sabtu, 10 Sep 2022 17:00 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Ilustrasi. Ini daftar jurusan tentang cyber security. (Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta -

Isu cyber security tengah marak diperbincangkan akibat kebocoran data di Indonesia yang kini bahkan merambah pada data dokumen rahasia Presiden RI. Kebocoran data ini datang dari seorang hacker yang menyebut dirinya dengan Bjorka.

"The next leak will come from the president of Indonesia (kebocoran selanjutnya akan datang dari Presiden Indonesia-red)," tulis Bjorka, dikutip dari detikInet.

Berdasarkan tangkapan layar dari akun Twitter @darktracer_int, terlihat Bjorka membocorkan dokumen Badan Intelijen Negara (BIN) yang dilabeli rahasia untuk Presiden RI. Meski demikian, belum diketahui siapa Presiden RI yang dimaksud.

Tidak hanya itu, aksi Bjorka pun masih berlanjut. Diketahui target pembobolan data berikutnya ialah aplikasi layanan keuangan digital dari Pertamina atau MyPertamina.

Tidak dapat dipungkiri, perkara cyber security ini mungkin mengundang rasa penasaran bagi sejumlah masyarakat Indonesia untuk turut mempelajarinya. Hal ini sebetulnya dapat dipelajari secara formal di sejumlah jurusan perguruan tinggi di Indonesia. Berikut daftarnya.

4 Jurusan Kuliah tentang Cyber Security

1. Jurusan Cyber Security

Jurusan Cyber Security ditawarkan oleh BINUS University. Selama mengenyam pendidikan di sana, mahasiswanya akan diajarkan dalam menghadapi berbagai kejahatan yang mengancam keamanan sistem suatu perusahaan atau pemerintahan.

Mahasiswa juga belajar untuk membuat proyek-proyek kolaborasi dengan industri dan pemerintah. Kemudian, program studi ini ditujukan membantu mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai ancaman di dunia maya serta membentuk sistem pertahanannya.

Ilmu-ilmu dasar yang dipelajari dalam program studi ini adalah Matematika Dasar, Prinsip Algoritma, Ilmu Komputer, dan Ilmu Etika yang dibutuhkan dalam praktik pengaplikasian teknologi informasi di perusahaan. Bekal soft skill dalam membangun sebuah sistem berbasis teknologi, jaringan, multimedia, dan artificial intelligence pun turut diajarkan.

Bicara soal peluang karier, melansir laman BINUS University, ada 8 bidang yang dapat digeluti lulusannya di antaranya computer programmer, information security analyst, big data architect, cyber security consultant, computer forensics analyst, full stack developer, java programmer, dan secure software developer. Di samping itu, alumnus dari jurusan ini juga bisa bekerja sebagai konsultan, analis, serta arsitek teknologi, hingga akademisi.

2. Jurusan Teknologi Sains Data

Jurusan tentang keamanan siber lainnya dapat dipelajari lewat jurusan Teknologi Sains Data di Universitas Airlangga (Unair). Sebab, sains data dapat dikatakan sebagai salah satu metode, pendekatan, atau cara berpikir yang dapat membantu para ahli di bidang cyber security.

Dosen Teknologi Sains Data Unair M. Noor Fakhruzzaman mengatakan, sains data dapat menjadi alat prediksi dan analisis kemungkinan untuk pengambilan proses keputusan. Data tersebut diolah melalui suatu proses pemrograman untuk menghasilkan output yang akurat.

Melalui jurusan ini, mahasiswa akan dibekali dasar Ilmu Matematika, Statistika, Komputer, bahasa pemrograman R dan Python, analisis data, visualisasi data, basis data, machine learning, hingga ilmu tentang Artificial Intelligence (AI).

Lulusan Teknologi Sains Data juga banyak dicari sebab keilmuannya dapat diaplikasikan pada berbagai bidang profesi.

"Sains data dapat diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti sektor kesehatan, sosial-komunkasi, industri, hingga bisnis finansial," kata M. Noor Fakhruzzaman, dikutip dari laman Unair.

3. Jurusan Sistem Informasi

Mengutip laman My Degree Guide, jurusan sistem informasi adalah kombinasi antara ilmu teknologi dan bisnis. Sehingga, lulusannya diharapkan dapat menggunakan manajemen data sekaligus teknologi dalam pengembangan bisnis atau organisasi.

Sistem informasi juga cenderung fokus pada pengolahan informasi yang tujuannya adalah efisiensi sistem sekaligus efektivitasnya dalam sebuah proses bisnis, sebagaimana dikutip dari laman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Mahasiswa akan mempelajari soal database, jaringan, analisis sistem, sistem operasi, pemrograman, anlisis data, dan kecerdasan bisnis. Selain itu, mahasiswa juga kemungkinan mempelajari materi statistika.

Deretan perguruan tinggi yang menawarkan jurusan ini adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sriwijaya (Unsri), UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), BINUS University, hingga ITS.

4. Jurusan Teknologi Informasi (TI)

Jurusan yang mempelajari tentang cyber security lainnya adalah jurusan Teknologi Informasi. Jurusan ini merupakan penggabungan antara bidang ilmu komputer dan teknik informatika.

Fokusnya pada bidang perencanaan teknologi, implementasi, pengembangan, manajemen atau dukungan terhadap sistem informasi yang berbasis komputer baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware).

Lulusan teknologi informasi akan mengembangkan keilmuan yang sangat dibutuhkan sekarang ini, seperti Internet of Things (IoT), Cyber Security, Data Center Infrastructure, dan Smart City Technology.

Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia membuka jurusan ini. Termasuk di antaranya kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Indonesia (UI).



Simak Video "Lebih Penting Passion atau Bakat?"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia