Putin Tertarik Garap Nuklir di RI, Ini Kampus yang Buka Jurusan Nuklir

Kristina - detikEdu
Sabtu, 02 Jul 2022 18:00 WIB
9 negara nuklir masih tercatat sebagai pemilik jumlah hulu ledak terbesar di dunia. Lantas, negara mana saja yang dimaksud? Simak ulasannya berikut ini.
Ilustrasi energi nuklir. Foto: AFP
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan energi nuklir di Indonesia. Hal ini diungkapkan saat menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/6/2022).

"Banyak perusahaan kami, termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ada ketertarikan untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional," kata Putin, seperti dilansir dari detikNews.

Putin menyatakan negaranya memiliki keandalan dalam mengerjakan nuklir. Dia turut menyebut nama perusahaan negaranya yang bergerak di bidang teknologi nuklir.

"Dengan pengalaman unik, kompetensi, dan teknologi yang tak tertandingi, Rosatom State Corporation bersedia mengambil bagian dalam proyek bersama," ucap Putin.

Sejauh ini Indonesia sudah memiliki Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang sekarang berada di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Meski demikian, perguruan tinggi yang membuka jurusan nuklir masih terbilang langka.

Berdasarkan penelusuran detikEdu, kampus yang membuka jurusan nuklir antara lain Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) yang berada di bawah naungan BATAN dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Keduanya terletak di Yogyakarta.

Berikut informasi selengkapnya.

1. Poltek Nuklir

Poltek Nuklir sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Sekolah kedinasan ini resmi berubah nama pada 30 Oktober 2021 lalu. Program studi (prodi) yang ditawarkan di antaranya D4 Elektro Mekatronika, D4 Elektronika Instrumentasi, dan D4 Teknokimia Nuklir.

Melansir situs Poltek Nuklir, Sabtu (2/7/2022), prodi Elektro Mekanika dirancang khusus sebagai tanggapan atas kebutuhan di industri dan pemerintah untuk merekrut lulusan teknologi rekayasa dengan kemampuan pemecahan masalah lintas disiplin listrik dan mekanik.

Para lulusan nantinya dapat terjun sebagai ahli perawatan elektro mekanika, pengelola/pengawas proyek, rekayasa elektro mekanika, dan praktisi elektro mekanika.

Adapun, prodi Elektronika dan Instrumentasi merupakan dua disiplin ilmu yang tak terpisahkan. Alumni prodi ini dapat bekerja sebagai perekayasa sistem instrumentasi dan kendali, pengembang teknologi nuklir, dan ahli keselamatan dan proteksi radiasi.

Sementara itu, prodi Teknokimia Nuklir menekankan pengetahuan di bidang rekayasa kimia nuklir yang terdiri dari perancangan instalasi proses kimia, analisis kimia dan aplikasi teknologi nuklir untuk kesejahteraan dan keselamatan. Alumni prodi ini dapat bekerja sebagai rekayasa proses, ahli keselamatan dan proteksi radiasi, hingga entrepreneur.

2. UGM

UGM menawarkan jurusan terkait nuklir tepatnya di bawah Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik. Melansir situs UGM, Sabtu (2/7/2022), pembentukan departemen ini bermula dari kerja sama antara UGM dan BATAN pada 5 Desember 1974 yang diperpanjang pada 22 Februari 1978.

Prodi yang ditawarkan adalah S1 Teknik Nuklir. Prodi ini diselenggarakan untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dalam dasar keteknikan dan teknik nuklir. Mahasiswa akan dibekali pengetahuan tentang nuklir melalui 120 SKS mata kuliah wajib dan 24 mata kuliah pilihan.

Adapun, bidang keahlian prodi ini meliputi aplikasi teknologi nuklir dalam pembangkitan daya, aplikasi radiasi dan radioisotop di industri, dan aplikasi yang mendukung radiologi klinik (radiodiagnostik dan radioterapi).



Simak Video "Putin Tertarik Garap Nuklir di RI-Bangun Infrastruktur KA di IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia