ADVERTISEMENT

Mahasiswa Punya Perut Buncit? Pakar IPB Temukan Obatnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 30 Mei 2022 16:06 WIB
Man pinching own unhealthy big belly with visceral or subcutaneous fats. Pose health risk.
Foto: iStockphoto/ThamKC/Mahasiswa Punya Perut Buncit? Pakar IPB Temukan Obatnya
Jakarta -

Perut buncit tidak hanya dialami oleh orang gemuk saja, namun bisa dialami oleh siapapun yang memiliki timbunan lemak di bagian perut. Meski begitu, setiap orang perlu memperhatikan timbunan lemak tersebut, karena jika berlebih bisa menjadi masalah serius.

Lemak berlebih yang kemudian beralih menjadi obesitas harus diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi penyakit serius.

Komplikasi yang akan dihadapi oleh penderita obesitas dapat berupa hipertensi, hiperlipidemia, kanker, diabetes, kelainan jantung, gangguan pernafasan, dan kelainan sendi pada penderita usia lanjut.


Obat Herbal untuk Atasi Perut Buncit

Sebuah tim riset Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipimpin oleh Prof Dyah Iswantini Pradono telah menemukan obat herbal untuk mengatasi obesitas.

Obat herbal tersebut merupakan kombinasi ekstrak dari asam gelugur dan rimpang kunci pepet.

"Bangsa kita (Indonesia) sejak lama sudah mengenal rimpang-rimpangan sebagai obat tradisional atau jamu. Kami menggunakan komoditas lokal sebagai wujud mengembangkan produk dalam negeri," ucapnya dikutip dari laman resmi IPB.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof Dyah menemukan formula baru dari kombinasi ekstrak asam gelugur dan kunci pepet untuk mengatasi perut buncit.

Kombinasi kedua ekstrak tersebut berhasil menjadi dosis terbaik dalam menurunkan bobot badan.


Kandungan Senyawa pada Obat Anti Obesitas

Sementara itu, Dr Novriyandi Hanif menjelaskan bahwa kunci pepet mengandung senyawa aktif kelompok kalkon flavokawain. Senyawa tersebut dapat berpotensi sebagai anti obesitas.

Kombinasi senyawa aktif pada tumbuhan kunci pepet (flavokawain) dan senyawa aktif pada asam gelugur (HCA) akan menghasilkan efek anti obesitas dan dapat meluruhkan lemak khususnya pada area perut.

"Obat ini tidak akan memberi efek samping karena kedua bahan tersebut sudah melalui pengujian toksisitas. Selain memiliki dampak dalam meluruhkan lemak berlebih, penggunaan produk ini sudah melalui uji toksisitas yang menunjukkan hasil tidak adanya efek samping," ujarnya.

Dosen IPB University itu menjelaskan, uji toksisitas merupakan pengujian untuk mendeteksi efek toksik pada produk yang diuji. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan batas keamanan suatu bahan sehingga batas penggunaan obat dapat ditentukan.


Penggunaan Bahan dari Dalam Negeri

Lebih lanjut, Prof Dyah menerangkan bahwa produk ini akan menjadi karya anak bangsa karena penggunaan bahan-bahannya yang berasal dari dalam negeri.

"Asam gelugur merupakan rimpang yang sering ditemui pada bumbu masak, bahan perasa minuman, hingga kosmetik. Sedangkan kunci pepet termasuk rempah-rempah rimpang yang digunakan pada jamu. Sehingga semua tanaman penyusun obat herbal pelangsing ini mudah ditemukan di sekitar kita," paparnya.

Guru besar Departemen Kimia Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University itu mengatakan, penelitian ini menggandeng perusahaan farmasi sebagai mitra penelitian yakni PT Indofarma Tbk.

Penelitian tersebut juga merupakan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) Invitasi.



Simak Video "Ribuan Honorer Kesehatan Geruduk DPRD Sukabumi, Desak Diangkat ASN"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia