Logam Tanah Jarang di Area Lapindo, Pakar Unair: Lebih Mahal Daripada Emas

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 30 Jan 2022 13:00 WIB
Kondisi terbaru lumpur lapindo
Area Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengandung logam tanah jarang. Foto: Suparno
Jakarta -

Logam tanah jarang yang disebut sebagai 'harta karun' lumpur Lapindo, ternyata tidak hanya ditemukan di sana. Mineral jenis ini juga mempunyai manfaat yang besar sekaligus harga yang mahal.

Pakar kimia analisis dan kimia lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) Ganden Supriyanto mengungkapkan seluruh permukaan bumi sebetulnya mengandung logam tanah jarang.

Meski demikian, kadar logam tanah jarang atau rare earth element ini berbeda di setiap tempat. Faktor yang menentukan adanya logam tanah jarang adalah proses pembentukan batuan, sebab setiap daerah punya konsentrasi berbeda.

"Kita tidak bisa menentukan di wilayah tertentu kandungan logam tanah jarang terbilang tinggi ataupun rendah, sehingga untuk mengetahui kandungan tersebut yaitu melalui analisis unsur kandungan yang ada di dalam tanah," sebut Ganden seperti dikutip dari laman Unair, Minggu (30/01/2022).

Dirinya menjelaskan, adanya kandungan logam tanah jarang di lumpur Lapindo boleh jadi karena kandungan scandium dan lithium di sana lebih tinggi ketimbang daerah lainnya. Apabila 1 kilogram tanah di lumpur Lapindo diambil, di dalamnya ada logam tanah jarang lebih dari 100 gram.

Di samping itu, adanya kandungan logam tanah jarang di lumpur Lapindo kemungkinannya karena logam di bawah permukaan bumi, naik ke atas melalui pusat semburan.

Ganden menuturkan, artinya logam tanah jarang ini tidak terbentuk tiba-tiba, melainkan memang sudah ada di situ. "Nah, kebetulan dengan peristiwa lumpur Lapindo ini dia naik ke atas, sehingga kemungkinan dia naik ke atas dari kedalaman tanah di bawah permukaan daratan," imbuhnya.

Karena itu, lumpur Lapindo tidak seluruhnya dibuang ke Sungai Porong. Ada banyak lumpur yang disimpan, sebab terdapat potensi rare earth element di dalamnya.

"Jadi pembuangan lumpur Lapindo di sungai porong sebetulnya terbilang sedikit, bahkan terkadang terdapat kendala dalam pengoperasianya karena mereka tahu bahwa lumpur Lapindo memiliki logam tanah jarang yang bernilai tinggi," ujar Ganden.

Manfaat dan harga logam tanah jarang

Masih dari sumber yang sama, Ganden menerangkan rare earth element punya peran signifikan untuk teknologi tinggi. Tak heran jika harganya bisa sangat mahal melebihi logam mulia.

Jesnis logam tanah jarang dalam sistem periodik kimia berada di golongan lantanida dan aktanida. Selain tergolong ke dalam keduanya, logam tanah jarang juga disebut logam transisi.

"Logam tanah jarang ini sangat penting kaitannya pada beberapa bidang tertentu seperti bidang meteorologi untuk pembuatan pesawat luar angkasa, lampu energi tinggi, dan semikonduktor. Sehingga logam tersebut sangat mahal, bahkan jauh lebih mahal dibandingkan emas, dan platina," terang Ganden.

Logam tanah jarang juga meliputi lithium dan scandium. Lithium banyak dimanfaatkan dalam pembuatan baterai, utamanya baterai mobil listrik. Dengan besarnya peran mobil listrik untuk penurunan emisi, keberadaan lithium menjadi sangat penting.

Sedangkan scandium banyak dipakai dalam pembuatan lampu berteknologi tinggi karena daya tahannya yang kuat. Logam jenis ini tidak meleleh meski lampu yang diproduksi punya watt sangat tinggi. Scandium juga kerap digunakan untuk semikonduktor.

"Penemuan logam tanah jarang di Lumpur Lapindo Sidoarjo memiliki potensi pemanfaatan yang sangat besar karena bernilai tinggi dan sangat penting untuk teknologi tinggi ke depan," pungkas Ganden.



Simak Video "Penampakan Serbuan Laron 'Teror' Pengendara di Jembatan Kali Porong"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia