7 Peluang Kerja Menjanjikan Jurusan Farmasi, Berapa Gajinya?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 12 Jan 2022 13:30 WIB
Peluang Kerja Lulusan Farmasi
Foto: thinkstock/Ilustrasi Apoteker
Jakarta -

Jurusan farmasi bisa menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang sejak SMA sudah menyukai ilmu kimia dan kesehatan. Jurusan ini bisa menjadi pertimbangan karena memiliki peluang kerja yang menjanjikan.


Mengutip laman resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), bidang keilmuan farmasi sendiri merupakan kombinasi bidang ilmu kimia dan kesehatan, serta bidang keamanan efektivitas penggunaan suatu produk.


Dalam penerapan ilmunya, mahasiswa farmasi dituntut untuk bisa melakukan praktik farmasi tradisional hingga modern. Bersamaan dengan itu, mahasiswa juga harus menjaga keamanan penggunaan obat, serta mensosialisasikan informasi obat dengan baik.


Lantas apa saja peluang karier atau pekerjaan jurusan farmasi setelah lulus? Berikut rangkumannya.


7 Peluang Kerja Menjanjikan Jurusan Farmasi:


1. Industri di Perusahaan


Buat kamu yang memiliki ketertarikan dengan formula dan teknik pembuatan, hingga penentuan bahan baku suatu produk, farmasi industri bisa menjadi bidang pekerjaan yang cocok.


Dalam bidang pekerjaan ini, kamu biasanya akan ditempatkan pada posisi research and development. Pekerjaan pengembangan produk tersebut dilakukan mulai dari skala laboratorium hingga produksi.


Di Indonesia, ada banyak perusahaan yang membutuhkan lulusan farmasi, terutama perusahaan yang bergerak di bidang makanan, kosmetik, dan obat-obatan.


Dikutip campus.quipper.com, dengan pekerjaan ini kamu bisa mendapatkan gaji kisaran Rp 3-8 juta.


2. Peneliti Farmasi


Selain di industri, lulusan jurusan farmasi juga bisa membantu pengembangan ilmu farmasi melalui penelitian.


Misalnya saja, potensi tanaman obat yang melimpah di Indonesia, perlu menjadi kajian penelitian, supaya ke depannya bisa dikembangkan dan dapat dimanfaatkan.


Bagi kamu yang bercita-cita ingin menjadi peneliti farmasi, ada pekerjaan menjanjikan yang bisa kamu jalani di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).


Rata-rata gaji peneliti bidang farmasi sendiri berkisar antara Rp hingga 7 juta.


3. Dosen


Hampir semua bidang keilmuan bisa memberi kesempatan berkarier menjadi tenaga pengajar. Jika kamu berniat mengembangkan ilmu farmasi, kamu bisa mengambil pekerjaan sebagai tenaga pengajar, misalnya dosen di suatu universitas.


Tingginya permintaan tenaga kerja yang ahli di bidang farmasi membuat beberapa universitas gencar mencari tenaga pendidik. Tentu ini menjadi kesempatan besar karena selain mengembangkan ilmu, kamu punya peran besar dalam penciptaan lulusan farmasi yang berkualitas.


Untuk gaji kamu bisa mengantongi rata-rata Rp 3-7 juta, bergantung pada keahlian, jam mengajar, dan atau ketetapan sebagai dosen.


4. Apotek, Rumah Sakit, dan Laboratorium Klinik


Setelah lulus mengikuti pendidikan profesi, lulusan farmasi bisa melamar di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium klinik.


Pekerjaan tersebut merupakan bidang utama yang disasar oleh lulusan farmasi. Bahkan jika bisa berkembang lebih baik, kamu bisa membuka apotek sendiri, lho.


Gaji di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium klinik mungkin berbeda-beda namun secara umum berkisar antara Rp 4 hingga 8 juta.


5. Lembaga Pemerintahan


Sebagian besar lulusan perguruan tinggi diajak untuk bekerja di lembaga pemerintahan, tak terkecuali lulusan Jurusan farmasi. Misalnya dengan bekerja di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Hampir sama di bidang kerja farmasi industri, di BPOM, kamu diberi tugas untuk menyusun regulasi terkait peraturan penggunaan obat, serta menerapkan fungsi pengawasan obat, makanan, dan kosmetik yang beredar di masyarakat.


Untuk gaji sendiri, karena di lembaga pemerintahan akan bergantung pada statusnya sebagai pegawai PNS atau non PNS.


6. Ahli Kecantikan


Ahli kecantikan atau aesthetician merupakan pekerjaan bagi mereka yang terlatih dan terampil dalam melakukan perawatan kecantikan sesuai dengan standar atau lisensi resmi yang dimiliki.


Seorang ahli kecantikan memberikan konseling dan menyediakan program yang sesuai dengan tujuan dan kondisi klien. Misalnya, mengurangi kelebihan lemak, selulit, ataupun warna kulit yang tidak merata.


Ahli kecantikan bisa bekerja di klinik kecantikan, pusat pelayanan kesehatan, bahkan perusahaan kosmetik.


Rata-rata gaji pekerjaan dengan sertifikat khusus ini berkisar antara Rp 3-8 juta.


7. Sales


Lulusan D3 farmasi juga bisa bekerja menjadi staf bagian penjualan. Umumnya mereka merupakan orang-orang yang berdiri di garda terdepan pada transaksi jual-beli barang dan/atau jasa produksi perusahaan.


Seorang sales akan menawarkan dan menyarankan barang atau jasa serta mendemonstrasikan cara menggunakan produk perusahaan tempatnya bekerja.


Gaji yang ditawarkan dalam pekerjaan ini rata-rata berkisar antara Rp 3,5 hingga 4,5 juta.

Nah, itulah 7 peluang kerja jurusan farmasi. Kalau detikers tertarik bekerja di bidang yang mana?



Simak Video "Lebih Penting Passion atau Bakat?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia