Waspada Gelombang Ketiga COVID-19, Pakar UGM: Sebuah Keniscayaan

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 03 Nov 2021 11:00 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7/Waspada Gelombang Ketiga COVID-19, Pakar UGM: Sebuah Keniscayaan.
Jakarta - Gelombang ketiga COVID-19 diperkirakan terjadi di Indonesia pada Desember 2021-Januari 2022. Menurut pakar epodemiologi UGM dampaknya bergantung pada kondisi dan kepatuhan masyarakat.

"Kemungkinan adanya gelombang COVID-19 berikutnya adalah sebuah keniscayaan. Tinggal pertanyaanya itu kapan terjadi dan seberapa tinggi ini sangat tergantung dengan situasi yang berkembang di masyarakat," kata dr Riris Andono Ahmad, MPH, PhD, dikutip dari laman UGM.

Riris mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M. Prokes terdiri dari menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Selain itu, mobilitas interaksi sosial juga harus diawasi.

Risiko dan dampak gelombang ketiga COVID-19 dapat ditekan pada masyarakat disiplin menerapkan prokes. Kondisi sebaliknya terjadi pada masyarakat yang tidak patuh prokes dengan mobilasi interaksi sosial tinggi.

Menurut Direktur Pusat Kajian Kedokteran Tropis UGM ini, gelombang ketiga bukan akhir pandemi. Gelombang lain masih terus ada dengan dampak dan risiko bergantung sepenuhnya pada masyarakat.

Virus COVID-19 masih ada dan tidak sedikit orang tanpa kekebalan. Sementara, pada orang yang telah mendapatkan vaksin kekebalan akan menurun seiring berjalannya waktu.

"Jadi, tidak hanya satu kali gelombang tiga lalu stop, tapi akan terjadi lagi selama virus masih ada dan bersirkulasi secara global," kata Riris.

Karena itu, Riris meminta masyarakat tetap waspada dan tidak lengah. Pandemi belum usai meski saat ini kondisi membaik. Risiko penularan masih ada, terlebih saat adanya pelonggaran aktivitas di masyarakat.

"Saat penularan tinggi dilakukan intervensi besar-besaran dengan PPKM. Begitu terkendali aktivitas dilonggarakan karena tidak mungkin terus PPKM. Pelonggaran ini berisiko penularan akan meningkat lagi," kata Riris.

Karenanya Riris kembali mengimbau masyarakat untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan. Sementara pemerintah diminta untuk memperkuat 3T yakni testing, tracing, dan treatment menghadapi COVID-19.

Simak Video "BEM UGM Bagikan Sembako, Sindir Pemerintah Tangani Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia