Ciamik, Mahasiswa di Jepara Bikin Obat Diabetes dari Tanaman Ciplukan Sawah

Ciamik, Mahasiswa di Jepara Bikin Obat Diabetes dari Tanaman Ciplukan Sawah

Dian Utoro Aji - detikEdu
Senin, 01 Nov 2021 20:15 WIB
Tuga mahasiswa Unisnu Jepara yang menciptakan obat diabetes dari tanaman ciplukan
Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jepara -

Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah mengubah tanaman ciplukan menjadi obat diabetes. Karya ilmiah mereka pun meraih juara emas di ajang internasional World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2021 di Malaysia.

Mereka adalah Umi Latifah, Diah Ismi Chofifah, dan M. Khusni rohim. Mereka merupakan mahasiswa semester 3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unisnu Jepara.

Khusni mengatakan bahwa dalam ajang internasional tersebut timnya mengusulkan karya ilmiah berjudul "SULTAN-R" atau Rambusa New Innovation Blood Sugar Neutralizing Herbal Powder. Menurutnya produk tersebut bisa menyembuhkan penyakit diabetes.

"Ini dapat meningkatkan obat besi kemudian meringankan gula darah dan mengobati diabetes, dan bisa kandungan ada zat flavonoid yang bisa mengatasi bakteri dalam tubuh. Seperti zat yang berbahaya. Ini bisa menambahkan imunitas tubuh saat pandemi ini juga," terang Khusni kepada wartawan ditemui di lokasi, Senin (1/11/2021).

Khusni menjelaskan awal membuat penelitian tersebut karena melihat banyaknya tanaman liar jenis Rombusa atau dikenal dengan ciplukan sawah. Kemudian timnya pun membuat kajian tentang kandungan tanaman tersebut.

"Awalnya nggak sengaja tanaman liar jenis Rombusa atau tanaman alas (hutan). Tanaman ini belantara di kebun-kebun. Terus kami berinovasi untuk apa tanaman, berguna tidak bagi masyarakat," jelas dia.

"Kami sebagai pelajar kemudian menggali penelitian tersebut dari orang desa. Tanaman ini dipercaya sebagai obat diabetes atau bisa menurunkan gula darah," sambung Khusni.

Tak hanya itu, kata dia hasil penelitian tersebut sudah dikaji laboratorium di Unnes Semarang. Hasilnya pun dinyatakan memiliki kandungan khasiat bagi kesehatan, terutama untuk menurunkan gula darah.

"Untuk proses kami sudah melakukan ujian, uji lab selama satu bulan," jelas dia.

Khusni menuturkan bahwa untuk menyeduh dibutuhkan bubuk herbal tanaman Rombusa yang sudah ditumbuk halus. Lalu dicampur dengan gula dan air panas secukupnya.

"Penyajian kita ambil satu sendok bubuk (tanaman Rombusa atau ciplukan yang sudah dikeringkan dan ditumbuh halus), kemudian kita tambahkan gula batu sesuai selera. Untuk takaran air 200 sampai 250 mili liter," ungkap dia.

Karya ilmiah mereka pun mendapatkan juara medali emas di ajang WICE 2021 di Malaysia. Perlombaan digelar secara virtual karena kondisi tengah pandemi virus Corona atau COVID-19.

"Untuk mendapatkan medali di ajang, dilaksanakan di Malaysia untuk peserta kami bersaing bersama 30 negara sama 300 tim," jelasnya.

Kesempatan yang sama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Nur Arifin mengaku akan mempatenkan produk karya ilmiah mahasiswa tersebut. Menurutnya penemuan itu merupakan hal baru dan berpotensi untuk dijual secara luas.

"Itukan ada khasiat bisa membantu memperbaiki aliran darah bisa mengurangi kadar gula dalam darah. Alhamdulillah anak-anak sudah bisa menemukan yang itu bermanfaat untuk kesehatan. Meski dari fakultas ekonomi tapi ada kompetensi di bidang kesehatan. Ini prestasi yang perlu kita support," kata Arifin kepada wartawan.

"Alhamdulillah ini kreasi anak-anak yang membanggakan bagi kita. Rencana ini penemuan ada unsur kebaruan dan belum pernah ada nanti rencana kita patenkan. Semoga ini menjadi penemuan yang bisa dikembangkan dan tidak diakui oleh orang lain. Maka dipatenkan," ujarnya.



Simak Video "Ganti Gulanya, Cegah Diabetes Bersama Tropicana Slim"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia