Raih Dua Rekor MURI, Ini Prestasi Lulusan Perdana SMA Pradita Dirgantara

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 25 Jun 2021 19:51 WIB
Siswa SMA Pradita Dirgantara
Foto: Dok. SMA Pradita Dirgantara
Jakarta - SMA Pradita Dirgantara meraih rekor MURI dari Museum Rekor Dunia Indonesia untuk dua rekor pada 2021. Adapun rekor yang diraih SMA Pradita Dirgantara yaitu rekor anugerah SMA yang satu kelas pada angkatan pertama seluruhnya diterima di perguruan tinggi dan rekor SMA yang lulusan perdananya diterima di perguruan tinggi dengan persentase tertinggi.

Pendiri Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana menuturkan, pada kelulusan angkatan pertama pada 2021, SMA Pradita Dirgantara berhasil diterima di perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan persentase lebih dari 93 persen.

"Satu kelas di antaranya bahkan seluruhnya diterima di perguruan tinggi. Untuk itu, MURI dengan ini menyatakan dan mengukuhkan SMA Pradita Dirgantara sebagai peraih rekor SMA dengan lulusan pertama yang diterima di perguruan tinggi dengan persentase terbanyak," kata Jaya Suprana dalam siaran langsung Apresiasi Civitas Akademika SMA Pradita Dirgantara, Jumat (25/6/2021).

Kepala SMA Pradita Dirgantara Yulianto Hadi memaparkan, dari 149 alumni pertama atau Wikara SMA Pradita Dirgantara, sebanyak 6 alumni diterima di 8 universitas di luar negeri yang tersebar di 3 universitas di Amerika Serikat, 1 universitas di Kanada, 2 universitas di Singapura, 1 universitas di Jepang, dan 1 universitas di Australia.

Salah satu anak yang diterima di perguruan tinggi luar negeri di antaranya yakni Muhammad Fawwaz Ghazy, alumnus SMA Pradita Dirgantara asal Depok yang diterima di jurusan Political Science, University of Chicago, Amerika Serikat. Adapun Felicia Maharani, alumnus asal Pekanbaru, diterima di jurusan International Relation di Tokyo International University.

Adapun Farhanah Muhammad, alumnus SMA Pradita Dirgantara asal Depok, diterima di jurusan Biological Science di University of Oregon dan Northern Colorado University Amerika Serikat dan Ilmu Keperawatan di Universitas Sriwijaya.

Sementara itu, Ardi Syahda Ahmad H, alumnus asal Blitar diterima di jurusan Aerospace Engineering di Nanyang Technological University, Industrial Engineering di University of Toronto, dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB).

Yulianto memaparkan, adapun 13 alumnus diterima di universitas di Indonesia dan di luar negeri. Salah satunya yakni Ruben Manuel Sitorus, alumnus asal Pekanbaru yang diterima di Aerospace Engineering di Nanyang Technological University dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, dan Ainun Azizah Tasmira Salwa, alumnus asal Kupang yang diterima di jurusan Environmental Science di Monash University dan Ilmu Kesehatan Lingkungan di Universitas Indonesia.

Ia menambahkan, 1 alumnus diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN, 3 alumni diterima di Universitas Indonesia melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), 116 alumni diterima di PTN melalui jalur SBMPTN, 3 alumni diterima di jalur prestasi Universitas Sebelas Maret (UNS), 1 alumnus diterima di kelas internasional ITB, 1 alumnus di perguruan tinggi kedinasan negara, dan 10 alumni diterima di Universitas Pertahanan RI.

Adapun Saffira Azzahra Rizwandi, alumni asal Pekanbaru, meraih nilai UTBK SBMPTN sempurna pada mata pelajaran Fisika dan Kimia. Saffora diterima di jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Di antaranya sedang proses ke seleksi pusat, yakni calon taruna Akademi Militer 1 anak, calon taruna Akademi Angkatan Laut 3 anak, calon taruna Akademi Angkatan Udara 26 anak, dan beberapa anak tengah mengikuti jalur mandiri di beberapa universitas," jelas Yulianto.

"Berbagai keberhasilan tersebut merupakan buah kolektif berbagai pihak yang terlah bersama dengan kami untuk mengantar kesuksesan para siswa SMA Pradita Dirgantara. Untuk itu, kami meghaturkan terima kasih setinggi-tingginya untuk semua pihak yang telah membantu kesuksesan SMA Pradita Dirgantara," imbuhnya.

Ketua Umum Yasarini Nanny Hadi Tjahjanto menuturkan, pencapaian ini merupakan kerja keras bersama, terutama para siswa.

"Kerja keras lulusan pertama telah membuahkan hasil yang sangat menjadi kebanggaan kami semua, juga kebanggaan orang tua, ibu, yang senantiasa berdoa untuk kalian. Rasa bangga ini akan kalian wujudkan dengan keberhasilan di dunia pendidikan perguruan tinggi, yang akan selalu membawa nama SMA Pradita Dirgantara untuk terbang mendunia. Selamat telah menunjukkan prestasi diterima di perguruan tinggi luar negeri, dalam negeri, dan kedinasan," ucap Nanny.

Ia mengingatkan para siswa untuk tetap tekun, membawa nama baik, dan tidak sombong. "Sebab anak dididik tidak hanya untuk bertempur menyelesaikan ujian sekolah, tetapi juga berinovasi menyelesaikan ujian kehidupan. Karena pencapaian hari ini merupakan satu langkah pembuka seribu langkah ke depan," kata Nanny.

Yulianto menuturkan, siswa SMA Pradita Dirgantara dididik dengan kurikulum global competency berwawasan kedirgantaraan dan mengadopsi program Associated School Network (ASPnet) UNESCO dan ECD (early childhood development).

"Proses pendidikan meliputi aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pembinaan peminatan jalur profesi yang dikelompokkan ke dalam empat kelompok peminatan, yaitu perguruan tinggi luar negeri, perguruan tinggi dalam negeri, perguruan tinggi kedinasan, dan TNI/Polri," jelas Yulianto.

SMA Pradita Dirgantara memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi yang memperoleh medali Olimpade Sains Nasional (OSN) dan olimpiade internasional. SMA Pradita Dirgantara merupakan sekolah asrama yang mengintegrasikan pembelajaran mengenai airspace, sayap utama, dan dunia aviasi dan didukung penuh oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU), Yasarini, dan UNS, seperti dikutip dari laman SMA Pradita Dirgantara.

SMA Pradita Dirgantara diinisiasi oleh Nanny Hadi Tjahjanto, Ketua Umum Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) sekaligus istri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sekolah ini didirikan dari kerjasama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) dan Yasarini yang diresmikan lewat MoU dan MoA antara Rektor UNS Ravik Karsidi dengan Marsekal Hadi Tjahjanto di UNS, 17 April 2017.



Simak Video "Asrama Mahasiswa UNS Solo Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia