Kemendikbudristek dan LPDP Rilis Program Riset Terapan untuk Vokasi

Anastasia Anjani - detikEdu
Jumat, 25 Jun 2021 13:45 WIB
beasiswa
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta - Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) merilis Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri bagi Dosen Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV). PTPPV ini juga didanai oleh LPDP.

"Melalui program ini, insan vokasi diharapkan mampu mengembangkan riset terapan yang berkontribusi dan menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta di masyarakat. Salah satu sasaran yang diprioritaskan adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sering mengalami tantangan dalam pengembangan usahanya," ujar Wikan Sakarinto melalui keterangan tertulis yang diterima detikEdu.

Menurut Wikan, PTPPV ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen dengan meneliti topik-topik yang relevan sesuai dengan kebutuhan industri atau masyarakat. Riset tersebut juga nantinya bersifat multidisiplin dengan berbagai sudut pandang. Wikan berharap dengan adanya program riset ini, pendidikan vokasi dapat bermanfaat.

"Program ini dirancang untuk mendorong integrasi dan kolaborasi multidisiplin untuk meningkatkan kualitas produk riset terapan yang memiliki dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan sosial, di mana target utamanya adalah UMKM atau bisa juga berupa rintisan (startup) yang harus kita dukung," ujar Wisnu Soenarso Direktur Fasilitas Riset LPDP.

Lebih lanjut menurut Wikan, PTPPV juga bertujuan untuk mendorong riset agar semakin terintegrasi, kolaboratif, dan multidisiplin agar produk riset vokasi memiliki dampak nyata untuk peningkatan ekonomi dan sosial.

"Tim pengusul harus terdiri dari kolaborasi antara insan vokasi, yakni dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa bermitra dengan insan industri, terutama UMKM, atau organisasi masyarakat sipil," ujar Wikan.

Sementara itu, riset-riset dikerjakan mencakup pariwisata, ekonomi kreatif, transportasi, energi baru dan terbarukan, kesehatan, konstruksi, pertanian, kemaritiman, kehutanan, sosial humaniora, atau bidang lainnya.

Wikan juga menjelaskan PTPPV ini juga memiliki pendanaan yang tidak hanya terbatas pada akhir tahun saja. Ia juga menerangkan jika persyaratan mengikuti program riset tidak memerlukan administrasi yang berbelit-belit, karena lebih mengutamakan hasil riset tersebut.

"Program ini akan berjalan selama 10 bulan dengan dana usulan maksimal Rp500 juta untuk setiap proposal. Adapun total proposal yang nantinya akan didanai adalah sebanyak 51 usulan," tutur Wikan.

Peserta program adalah tim yang terdiri atas dosen atau kelompok dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa calon periset (minimal semester lima atau yang sedang melaksanakan tugas akhir/proyek akhir/skripsi).

"Komposisi tim periset sendiri sangat mendorong pendaftar untuk bekerja multidisiplin, yakni terdiri dari beberapa prodi yang berbeda atau dari beberapa PTPPV yang terdiri dari satu prodi yang sama atau beberapa prodi," ujar Wikan.

"Mari kita wujudkan insan vokasi yang tangguh memberikan sumbangsih nyata untuk mewujudkan Indonesia maju, Indonesia unggul, dan Indonesia tangguh yang bermartabat menjadi pemimpin dunia di masa depan dengan produk kita yaitu lulusan vokasi dan riset lulusan vokasi," tambah Wikan.

Bagi detikers yang berminat mengikuti PTPPV dan program vokasi lainnya dapat mengunjungi laman beasiswa.vokasi.kemdikbud.go.id, pendaftaran mulai tanggal 23 Juni hingga 6 Agustus 2021.



Simak Video "Siap ke Industri, Ditjen Vokasi Targetkan Prodi D3 Beralih ke D4"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia