Aksi Ratu Suthida dari Tailan yang memiloti sendiri pesawat kerajaannya ke Jepang, mencuri perhatian. Sebelumnya Ratu Suthida malah menerbangkan solo pesawat tempur JAS 39C Gripen. Badass banget! Sekolah pilotnya di mana sih?
Perempuan kelahiran Hat Yai, Songkhla pada 3 Juni 1978 ini lulus dari Universitas Assumption di Bangkok, dengan gelar sarjana di bidang seni komunikasi. Setelah lulus, Suthida mulai bersinggungan dengan dunia aviasi, bukan menjadi pilot melainkan menjadi pramugari.
Tercatat Suthida pernah menjadi pramugari untuk maskapai JAL (Japan Air Lines) dari tahun 2000 hingga 2003, dan untuk Thai Airways International dari tahun 2003 hingga 2008. Kemudian Suthida pun beralih menjadi petugas staf operasional di Unit Pengawal Kerajaan, Komando Keamanan Kerajaan, demikian dilansir dari laman resmi Tailan.
Mulai 2010 itu lah Suthida lalu mulai belajar menjadi pilot dengan menyelesaikan Kursus Penerbangan Sipil Angkatan Udara Kerajaan Thailand pada 8 Desember 2010 dengan menerbangkan pesawat Cessna T-41, demikian dilansir dari Strait Times.
Selanjutnya, Suthida menyelesaikan Kursus Kadet Penerbangan Pesawat Sayap Tetap Angkatan Darat di Sekolah Penerbangan Angkatan Darat pada 16 Januari 2011, juga menggunakan pesawat Cessna T-41 .
Kemudian pada 6 Desember 2012, ia menyelesaikan kursus penerbangan di Sekolah Pelatihan Penerbangan Angkatan Udara Kerajaan Thailand, di mana ia menerbangkan pesawat CT-4E dan PC-9.
Pelatihan selanjutnya yang diterima Suthida di Jerman meliputi Lisensi Pilot Pribadi yang mencakup pesawat Cessna 172, Mooney M-20, dan Piper PA-34 Seneca, serta Lisensi Pilot Komersial dengan kualifikasi tipe Boeing 737 dan kualifikasi teori Lisensi Pilot Transportasi Udara.
Dia juga memperoleh Lisensi Pilot Transportasi Udara dari Otoritas Penerbangan Sipil Thailand dan pernah bertugas sebagai kopilot di pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-800 milik kerajaan Tailan.
Dinikahi Raja Tailan dan Jadi Kopilot
Suthida dinikahi dan menjadi istri keempat Raja Maha Vajiralongkorn (Raja Rama X)pada tahun 2019 lalu. Setelah itu Raja beberapa kali memiloti sendiri pesawat kerajaannya dalam kunjungan ke luar negeri, Ratu Suthida duduk di sampingnya sebagai kopilot.
Pada April 2025, Raja Rama X menerbangkan pesawat Boeing 737-800 kerajaan ke Bandara Internasional Paro di Bhutan dengan Suthida sebagai kopilot, memulai kunjungan kerajaan. Paro terletak di lembah Himalaya yang dikelilingi oleh pegunungan terjal, dan hanya sekitar 50 pilot di seluruh dunia yang memenuhi syarat untuk mendarat di sana, seperti yang dilaporkan oleh Bangkok Post.
Pasangan itu kembali terbang pada 16 Maret 2026, mendarat di Vientiane untuk kunjungan kenegaraan ke Laos, seperti yang dilaporkan Khaosod English. Kemudian Raja Rama X dan Ratu Suthida menerbangkan pesawat Boeing 737-800 pribadi mereka ke Hanoi, Vietnam pada 14 September 2026 lalu.
Ratu Pelatihan Intensif Terbangkan Jet Tempur Gripen
Program Gripen mewakili tahap selanjutnya dalam pelatihan penerbangan Ratu, dari pesawat sipil, pelatihan militer, dan komersial menuju platform pesawat tempur operasional.
Ratu intensif menjalani pelatihan penerbangan jet tempur dari 20 Agustus hingga 4 September di bawah Angkatan Udara Kerajaan Tailan. Tujuannya, terbang solo jet tempur Gripen.
Instruktur penerbangan dan spesialis penerbangan mengawasi program tersebut dan memberikan bimbingan selama pelatihan.
Suthida dilaporkan menjalani pelatihan dengan pesawat latih jet canggih L-39 di Sekolah Pelatihan Penerbangan Angkatan Udara Kerajaan Tailan di distrik Kamphaeng Saen, Nakhon Pathom.
Dia juga menyelesaikan beberapa sesi simulator, termasuk pelatihan baru-baru ini di fasilitas Angkatan Udara Kerajaan Tailan di Don Mueang.
Tak ketinggalan Suthida juga telah melakukan beberapa kunjungan pribadi ke Wing 7, pangkalan operasi utama untuk armada Gripen 39 C/D Tailan, untuk mempelajari sistem teknis pesawat dan berbicara dengan pilot operasional.
Ratu yang berusia 48 tahun itu sukses menyelesaikan penerbangan solo pertamanya dengan jet tempur pada 8 Oktober 2026 lalu. Ia menerbangkan jet tempur JAS 39C Gripen di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Tailan di Provinsi Surat Thani, tempat ia menjalani pelatihan intensif. Sementara sang suaminya, Raja Rama X, menyaksikan dari darat.
Setelah mendarat, Raja yang berusia 74 tahun itu memberikan bunga kepada istrinya dan menyematkan lencana Ordo Gripen emas di seragamnya. VnExpress melaporkan bahwa prestasi tersebut menjadikan Ratu Suthida sebagai ratu yang sedang menjabat pertama di dunia yang menerbangkan jet tempur.
Piloti Sendiri B-737-800 ke Jepang
Terbaru, Suthida memiloti sendiri pesawat kerajaannya dalam kunjungan kerajaannya ke Jepang pada Rabu, 14 Oktober 2026 lalu, guna menghadiri Kejuaraan Hoki Es Wanita Asia Federasi Hoki Es Internasional (IIHF) 2027.
Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana menerbangkan pesawat ke Sapporo, berangkat dari Bandara Militer Don Mueang di Bangkok dan mendarat di Bandara New Chitose di Hokkaido pada pukul 10:05 waktu setempat pada tanggal 14 Oktober. Ratu kemudian mengendarai mobilnya sendiri ke hotelnya di Sapporo.
Badass banget ya Ratu Tailan ini!
Simak Video "Video: Indonesia vs Thailand: Mampukah Garuda Akhiri Kutukan?"
(nwk/nwk)