Bagi sebagian anak, matematika kerap dianggap sebagai pelajaran yang rumit dan menakutkan. Namun, tidak bagi Caleb Elias Dharmawirya.
Sejak kelas 1 SD, ia sudah menyenangi pelajaran ini. Sampai ketekunannya kini berbuah manis dan mengharumkan nama Indonesia.
Siswa yang kini duduk di kelas 6 SDK PENABUR Gading Serpong tersebut sukses menyabet medali emas The 23rd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO). Ajang tersebut adalah olimpiade matematika dan sains tingkat dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana cerita Caleb bisa sampai meraih emas pada IMSO 2026?
Taklukkan 400 Peserta dari 23 Negara
Ajang IMSO tahun ini berlangsung di Depok, Jawa Barat. IMSO mempertemukan lebih dari 400 siswa sekolah dasar bertalenta dari 23 negara di dunia.
Artinya, Caleb telah bersaing dengan ratusan siswa dari berbagai negara tersebut. Meski akhirnya dapat emas, Caleb mengaku perjuangannya tidaklah mudah.
Pasalnya, kompetisi ini menuntut kecepatan dan ketepatan penalaran. Caleb mengaku soal-soal yang diujikan dalam IMSO memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dengan durasi pengerjaan yang relatif singkat.
"Soal-soal IMSO memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, sementara waktu pengerjaannya sangat terbatas," ungkap Caleb dikutip dari laman BPK Penabur, Sabtu (17/10/2026).
Kendati demikian, ia memiliki strategi jitu untuk menaklukkan lembar ujian tersebut. Kuncinya adalah dengan mengerjakan soal mudah terlebih dahulu.
"Saat saya menemui kesulitan dalam mengerjakan suatu soal, saya akan mengerjakan soal-soal lain yang saya rasa lebih mudah terlebih dahulu, lalu baru kembali ke soal-soal yang sulit," katanya.
Kerja keras dan taktik cerdasnya membuahkan hasil luar biasa. Caleb berhasil keluar sebagai salah satu peraih medali emas, sebuah pencapaian yang bahkan sempat tak ia sangka.
"Aku sangat senang dan berterima kasih kepada Tuhan," tuturnya penuh syukur.
Rela Karantina dan Lahap Banyak Soal
Sebelum melaju ke IMSO, Caleb sudah berlatih terlebih dahulu. Ia mengikuti karantina selama satu minggu.
"Saya mempersiapkan diri dengan mengikuti karantina secara daring selama dua bulan dan karantina tatap muka di Depok selama satu minggu sebelum kompetisi dimulai. Saya juga tekun berlatih mengerjakan soal-soal past papers," ujar Caleb.
Walaupun beberapa waktu lalu waktunya sangat padat untuk persiapan IMSO, tetapi Caleb bersyukur karena para guru di sekolahnya penuh pengertian. Mereka tetap mendampingi Caleb agar urusan olimpiade dan sekolahnya bisa seimbang.
Sembunyikan kutipan teks
"Guru-guru juga sangat mendukung dan membantu saya dalam mengejar materi pelajaran sekolah yang tertinggal selama saya mengikuti karantina dan kompetisi IMSO," tambahnya.
Siapkan Melaju di OSN SMP
Sebentar lagi, Caleb akan masuk ke SMP. Meskipun belum jadi siswa SMP, tetapi Caleb sudah menargetkan dan belajar untuk persiapan ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Saya juga akan mulai belajar mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP," katanya.
Kepada kawan-kawan sebaya, Caleb berpesan agar selalu bersemangat. Menembus olimpiade dunia memang sulit, tetapi selagi tak menyerah ia yakin akan selalu ada jalan.
"Harus terus berusaha dan jangan mudah putus asa meskipun menghadapi kesulitan," pesan Caleb.
